Ratusan Hektar Sawah Terancam Rusak

DUTA TV TAPIN – Terjangan banjir kiriman yang terjadi di kelurahan Raya Belanti, kabupaten Tapin, pada awal tahun lalu  berimbas pada sektor pertanian dimana ratusan hektar persawahan milik warga Setempat ikut terendam dan menghanyutkan sebagian anak padi yang telah ditanam warga Sebelumnya.

Dengan kondisi yang ada para petani terpaksa harus menanam benih padi kembali agar hasil pertanian Mereka dapat tumbuh normal hingga masa panen nantinya.

Para petani di wilayah ini merasa khawatir jika luapan air kembali terjadi sehingga dapat merusak lahan persawahan serta seluruh bibit benih padi yang telah mereka tanam.

“Ada saja masalahnya habis matian anak Padinya, dan diulang lagi melacak dan menanam anak Padi lagi. ketika banjir kemaren anak padi yang dibawah mati semua, baru tahun ini yang menanam anak Padi sampai dua kali biasanya satu kali saja,” kata Norfah salah seorang  petani.

Norfah salah seorang  petani

Norfah salah seorang  petani

“Sekitar 500 hektar lahan yang terendam banjir, jika banjir datang kita agak terhambat dalam menanam anak Padi, dan apabila sebagian warga sudah menanam Padi kemudian air banjir datang maka anak Padi akan mati dan warga pun harus mengulang dari awal lagi untuk menanam anak Padi yang kedua kalinya dan menambah pengeluaran warga, itu pun jika anak Padi  masih ada kalau tidak ada lagi maka gagal bahuma tahun ini,” ujar Ramlan ketua RT 11 Raya Belanti.

Ramlan ketua RT 11 Raya Belanti

Ramlan ketua RT 11 Raya Belanti

Selain merendam ratusan hektar persawahan, banjir yang terjadi juga ikut menggenangi seluruh rawa yang dijadikan lahan serasi seluas kurang lebih 410 hektar juga terancam rusak.

Reporter : Muhammad Irfansyah

 

#UPDATE CORONA KALSEL

Slider

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *