Ramadhan, Pedagang Pasar Terapung Mengeluh Sepi Pembeli

Banjarmasin, DUTA TV Sejak memasuki Ramadhan, pedagang Pasar Terapung Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, mengeluhkan sepinya kunjungan pembeli.

Keluhan itu disampaikan salah satu pedagang, Arbainah, kepada anggota DPRD yang mewakili mereka di Rumah Banjar, H Gusti Abidinsyah, disela kegiatan sosialiasi peraturan daerah.

Arbainah mengaku, sepinya pembeli diduga karena banyaknya warga maupun wisatawan yang tidak mengetahui, bahwa mereka tetap menjalankan aktifitas jual beli selama Ramadhan, bahkan tidak hanya saat akhir pekan saja.

“Kemungkinan kan banyak tidak tahu dikira tutup selama Ramadhan, padahal kami banyak acil-acil yang bejualan kalau Ramadhan di Pasar Terapung Lok Baintan, bisa membeli bahan sayur, ikan, bahkan kami sampai jam 9an, tiap hari kami tunggu,” ujar Arbainah.

Sementara, mencari solusi terkait keluhan ini, H Gusti Abidinsyah berharap ada peran pemerintah baik Pemkab Banjar maupun Pemprov Kalsel, untuk membantu para pedagang. Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan sektor kepariwisataan di banua kendati dalam suasana Ramadhan.

“Tadi kita ada pertanyaan dari masyarakat ini kan, masalah sosialiasi pemberdayaan masyarakat desa ada pertanyaan masyarakat terutama masalah pembinaan dan kondisi sekarang, jadi memang kondisi Lok Baintan sekarang kalau bulan puasa ini agak sepi, inilah seharusnya pemerintah ada diantara mereka, jadi pemerintah bisa membantu, kami berharap pemprov juga membantu,” kata H Gusti Abidinsyah.

Selain berkeluh kesah, pedagang juga meminta anggota dewan untuk memfasilitasi mereka dalam hal pembinaan maupun permodalan. Salah satunya, adalah permintaan bantuan life jacket atau baju pelampung untuk para pedagang maupun penumpang, agar kegiatan wisata di Pasar Terapung bisa lebih aman dan nyaman.

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

Saksikan terus program-program unggulan Duta Televisi live di sini

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *