Inspirasi Religi

“PUASA SERIUS ???”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, saat saya tafakkur tentang pelaksanaan ibadah puasa tentu pertanyaannya adalah apakah kita berada dalam medan jihad ? tentu yang saya maksudkan adalah bukan jihad dalam pengertian “perang” secara fisik, akan tetapi perang melawan hawa nafsu, namun pertanyaannya peperangan hawa nafsu yang seperti apa yang kita lakukan, karena hawa nafsu itu ada dan berada dalam diri kita sendiri, oleh karenanya apa parameternya bahwa kita berperang ?

Sahabat ! jihad itu sendiri dari asal kata jahada yang artinya berusaha dan berjuang bersungguh-sungguh untuk memperbaiki masyarakat, yang berarti untuk dapat memperbaiki masyarakat, maka harus berjihad dulu secara individual. Dalam konteks inilah saya memandang ibadah puasa termasuk dalam katagore jihad individual yang akan berdampak secara sosial.

Sahabat ! bagi saya ibabah puasa itu harus dilakukan secara serius atay sungguh-sungguh, sehingga keseriusannya dapat mewarnai setiap waktu pada saat kita berpuasa tersebut. Parameter keseriuasan ini akan terlihat dari dua sisi, yaitu pertama adalah perenungan atau tafakur tentang hakikat puasa itu sendiri, dan kedua adalah sikap atau perilaku yang kita wujudkan selama menjalankan ibadah puasa.

Sahabat ! Perenungan hakikat puasa pada dasarnya untuk mencari jawaban makna terdalam dari kewajiban puasa itu, yang bagi saya dalam perenungan hakikat ini sampai pada titik puasa ini adalah “rahmat” Yang Maha Kuasa kepada manusia agar memahami eksistensi dirinya dalam kehidupan, bukankah dengan puasa kita tersadar akan “dahsyatnya” hawa nafsu dalam diri manusia itu akan ditundukan oleh maha dahsyatnya “kekuatan ibadah puasa”, justeru inilah “peperangan” sesungguhnya dalah kehidupan, yaitu jihad melawan hawa nafsu, coba sahabat bayangkan, bagaimana kita dapat melawan hawa nafsu itu kalau tidak ada ibadah puasa ?.  Adapun sikap dan perilaku yang kita wujudkan dalam menjalankan puasa tentunya berupa amalan-amalan yang baik dan berguna bagi sesama, dari tadarus alqur’an dan mengkaji ilmu agama, berinfaq dan sedekah, melaksanakan sholat-sholat sunnah (disamping yang sholat wajib), bertutur dan menulis yang baik serta berperilaku yang mulia (akhlakul karimah).

Sahabat ! begitulah kalau ibadah puasa itu kita lakukan dengan sungguh-sungguh atau serius, maka tidak ada waktu yang terbuang dengan sia-sia, sehingga selama bulan puasa ini berlangsung, benar-benar menjadi “medan jihad” bagi kita semua orang yang ber iman. Oleh karena itu tujuan puasa untuk menjadikan manusia bertaqwa sesungguhnya mesti dilalui dengan proses yang bisa menghantarkan kita kepada ketaqwaan tersebut.

Sahabat ! tentu realitas kehidupan sosial kita juga bertutur yaitu terdapat yang saya istilahkan “pernak-pernik”  puasa, lihat saja maraknya pasar wadai (kue), ramainya pusat perbelanjaan, ramainya acara-acara berbuka puasa bersama, ramainya acara telivisi yang bersifat hiburan dan religius, ramainya kegiatan keagamaan di moshola dan mesjid, ramainya pengumpulan zakat, infaq dan sedekah, maraknya peminta-minta (pengemis) musiman,  ramainya acara “bagarakan sahur” dan sebagainya dan sebagainya. Penak-pernik ini tentunya bernilai atau tidak sangat tergantung dari sudut mana kita memandangnya, namun demikian semuanya dikembalikan kepada kita semua untuk menentukan meresapi dalam “melibatkan” diri berada di dunia pernak-pernik tersebut.

Pic : Neil Wither London

Sahabat ! rumus umumnya adalah apapun pekerjaan yang kita lakukan dengan serius atau sungguh-sungguh, maka akan menghantarkan kita pada tujuan yang ingin kita capai.  Oleh karena itulah ada baiknya kita tafakur apakah kita sudah menjalankan ibadah puasa ini dengan serius atau sungguh-sungguh.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *