PSBB Jilid III Berlaku Hingga 31 Mei 2020, Ketua RT-RW Diminta Terlibat

DUTA TV BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas peecepatan penanganan Covid-19 kota Banjarmasin, memperpanjang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar untuk kali ketiga.

Berbeda dari pelaksanaan dua tahap sebelumnya, PSBB jilid III ini hanya akan diterapkan selama 10 hari, mengikuti status tanggap darurat nasional yang ditetapkan Pemerintah hingga akhir Mei.

ketua Tim Covid-19 Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, pihaknya akan memperbaiki kekurangan sebelumnya dengan beberapa point penguatan, diantaranya dengan memberdayakan peran RT-RW di masing-masing kelurahan.

“Setelah mencermati kebijakan dari pemerintah pusat, kemudian juga penetapan tanggap darurat nasional sampai tanggal 30 Mei 2020, maka PSBB tahap III kota Banjarmasin akan kita perpanjang. Hanya 10 hari, sampai tanggal 31 Mei 2010, dengan harapan kita masih bisa mengejar sejumlah angka-angka yang kita perlukan mengejar angka-angka di lapangan yang terkait dengan penularan secara kesehatan, kemudian juga ketertiban masyarakat akan kita upayakan untuk terus disosialisasikan, sehingga masyarakat kita akan semakin taat untuk menggunakan masker, kemudian juga mengikuti protokol kesehatan, kemudian selama 10 hari ini kita berharap sejumlah kekurangan dan juga upaya perbaikan akan kita lakukan di antaranya adalah memberdayakan RT-RW sesuai dengan pasal 18 perwali, artinya dalam skala pembatasan sosial berskala besar atau PSBB, juga akan ada nanti pembatasan sosial berskala kecil atau PSBK di tingkat RT dan RW, kita himbau masyarakat secara mandiri untuk menghidupkan pos kamling, menghidupkan atau melakukan upaya penjagaan masing-masing lingkungan RT RW atau sampai pada tingkat yang lebih besar pembatasan sosial berskala kecil di tingkat kelurahan, dari tingkat partisipasi masyarakat lebih banyak, sehingga masing-masing bikin aturan, tidak boleh bebas keluar masuk dari kompleks tersebut, tapi harusnya ada penjagaan kemudian masing-masing diberdayakan. Kami sampaikan kepada camat dan lurah 3 pilar, agar masyarakat di sekitar kita dipercayakan untuk melakukan upaya pengamanan sendiri wilayahnya dan aparat keamanan kepolisian TNI Polri Satpol PP dan anggota, tetap akan terlibat bersama-sama dengan masyarakat kita dalam upaya untuk mencegah penyebaran yang lebih massif lagi,” kata Ibnu Sina

Hingga 21 Mei kemaren penerapan PSBB tahap II berakhir, namun grafik harian kasus belum menunjukkan perbaikan dengan angka kasus terkonfirmasi positif terus melonjak, serta perbandingan kesembuhan dan pasien meninggal,
hal lain pada tingkat kepatuhan warga dalam protokoler kesehatan yang belum sepenuhnya ditaati.

Tim Liputan

#UPDATE CORONA KALSEL


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *