Polres Banjarbaru Mediasi Sengketa Masjid di Kuranji

DUTA TV BANJARBARU – Kedua pihak yang bersengketa yakni antara Yayasan Sumailaniyah Husna, dengan Yayasan Pondok Pesantren Ussuluddin, dipertemukan ruang aula Polres Banjarbaru pada Senin siang kemarin (17/6/2019).

Dalam paparannya, guru Juhran dari Ponpes Ussuluddin membenarkan menerima uang Rp 150 juta, dari H Husni sebagai dana hibah, sekaligus mempertanyakan balik nama atau pergantian hak atas kepemilikan lahan H Juhran ke H Husni.

Lihat Juga :  Nisfu Sya'ban : Ribuan Jemaah Padati Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Sedangkan pihak Yayasan Sumaianiyah Husna berpendapat uang itu sebagai kesepakatan pembelian, karena ingin memiliki sarana ibadah sendiri.

Kendati demikian, kedua belah pihak belum mendapat kesepakatan berasma termasuk tawaran 3 opsi damai dari H Husni masih ditampung pihak Ponpes Ussuluddin.

3 Opsi damai yang ditawarkan yakni pihak H Husni bersedia membayar tambahan harga tanah, tukar guling lahan yang sudah di tembok oleh pihak Ponpes Ussuluddin untuk mengganti biaya bangunan masjid Al Husna.

Lihat Juga :  Pemprov Kalsel Salurkan Hibah Keagamaan Rp 554 Juta

“Ini masalah rumah ibadah, kami berikan 3 opsi agar amaliyah kita bisa bermanfaat,” ujar Husni, Pihak Yayasan Sumailaniyah Husna.

Husni, Pihak Yayasan Sumailaniyah Husna

 

Kasus ini sendiri berlarut-larut, dan sempat mencuat ke publik karena ada aksi penutupan akses jalan ke masjid Al Husna dengan batu gunung, sehingga jemaah tidak bisa masuk sholat tarawih.

Lihat Juga :  Ribuan Jemaah Padati Masjid Sabilal Muhtadin Meluber ke Luar

 

Reporter : Tarida Sitompul

Redha Aulia R


Uploader.
Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *