Peternak Burung Puyuh Resah Akibat Harga Pakan Melonjak

DUTA TV TAPIN Naiknya harga pakan ternak akibat dampak pandemi Covid-19 dikeluhkan oleh sejumlah peternak burung puyuh di kabupaten Tapin, khususnya bagi peternak di desa Banua Halat Kiri kecamatan Tapin Utara.

Kini peternak sangat resah akibat tingginya biaya produksi semenjak mewabahnya pandemi seperti sekarang, sementara untuk harga jual hasil ternak ke konsumen tak berubah masih terbilang rendah.

Meski sampai saat ini permintaan telor puyuh cukup tinggi, namun naiknya harga pakan membuat peternak merugi, karena tidak seimbangnya harga penjualan dengan modal yang dikeluarkan.

Kenaikan harga sendiri terbilang cukup signifikan, karena harga untuk satu sak pakan naik hingga Rp 10.000 sampai Rp 15.000, sehingga para peternak harus bisa memutar otak untuk dapat mempertahankan usahanya tersebut.

“Kami dari peternak mengharapkan pemerintah agar menginstruksikan tidak naik, karena untuk sekarang ada kenaikan Rp10 ribu persak,” harap Farid Wazidi peternak burung puyuh.

Meski diklaim merugi akibat corona, namun hingga saat ini permintaan akan telur puyuh dipasaran masih dalam keadaan normal, sedangkan untuk harganya sendiri masih tetap sama dengan hari-hari biasa sebelum adanya pandemi.

Reporter : Muhammad Irfansyah


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *