Petani Porang Harapkan Perhatian Pemerintah

DUTA TV MARTAPURA – Ratusan petani di Kalimantan Selatan mulai tertarik dengan budidaya tanaman porang atau tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan. Ditengah merosotnya harga jual karet saat ini, membuat para petani memanfaatkan peluang tersebut untuk menambah perekonomian.

Porang atau dengan nama latin amorphophallus muelleri milik warga Desa Pesambaran Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar yang sudah dikembangkan sejak beberapa bulan lalu. Puluhan petani yang sebelumnya menanam karet di wilayah tersebut, kini sudah mulai mengembangkan budidaya tanaman porang atau tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan. Hal ini dilakukan seiring dengan meningkatnya permintaan pasar yang berasal dari perusahaan di pulau Jawa dalam tiga tahun terakhir.

Sejumlah petani mengaku, setiap tahunnya mereka selalu berburu porang ke hutan untuk diambil umbinya dan dijual ke pengepul seharga Rp 3.000,00. Namun dikatakan Syarwani dan Kani, karena banyaknya orang yang kini juga mencari porang, merekapun mulai mencoba membudidayakan tanaman tersebut di kebun sendiri yang ternyata mampu tumbuh dengan baik.

“Tiga tahun berburu porang setahun sekali. Sekarang mulai membudidayakan dan sudah satu kali panen. Dengan budidaya ini, kami tidak perlu rebutan dan punya sendiri,”jelas mereka.

Tanaman umbi porang

Meski banyak permintaan dari luar pulau, pertumbuhan budidaya porang di Kalimantan Selatan tergolong lamban. Faktor yang mempengaruhi diantaranya masih adanya keraguan di kalangan petani itu sendiri. Selain itu juga karena kurangnya kepedulian pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten untuk memberikan motivasi.

Sehingga petani yang bergabung dalam komunitas budidaya porang beraharap adanya perhatian dari pemerntah.

“Kita berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait bisa memotivasi petani di tengah harga produk yang anjlok seperti karet dan sawit,”kata Ahmad Rahman dari  Komunitas Budidaya Porang

Untuk melakukan budidaya porang, proses tanam dengan cara tumpang sari, antara tanaman porang dengan tanaman keras, dinilai lebih efektif karena tanaman porang terlindungi dari panas terik matahari yang menghambat pertumbuhannya.

 

Reporter : Tarida Sitompul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *