Pengamat : Insentif  Rp 2 T ‘Merdeka Belajar’ Tak Ramah Kampus Kecil

Jakarta, DUTA TV — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim meluncurkan program baru untuk memberikan insentif atau pendanaan tambahan hingga Rp2 triliun bagi perguruan tinggi negeri dan swasta melalui Merdeka Belajar episode keenam. Namun kebijakan tersebut dinilai tak ramah untuk kampus kecil.

Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina Totok Amin menilai syarat insentif yang ditetapkan Kemendikbud akan sulit dicapai kampus dengan sumber daya yang minim.

“Titik berangkat [kebijakan untuk] perguruan tinggi ini tidak sama untuk perguruan tinggi yang kecil. Kecil ini bukan berarti [sarananya] saja yang kecil, tapi kapasitas SDM-nya juga terbatas,” katanya, Senin (9/11).

Totok menjelaskan untuk memastikan kampus memiliki capaian yang diinginkan, dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul. Namun, hal ini masih menjadi masalah di banyak kampus di daerah.

Terlebih, jika kampus dituntut untuk bisa menggaet proyek dan bekerja sama dengan industri, ia khawatir pada akhirnya kampus yang mendapat insentif justru yang sudah mumpuni dan memiliki nama besar.

“Memang ada matching fund, tapi mereka harus punya kapasitas dulu. Bayangkan, mereka mesti menggali potensi di daerah. Mereka harus punya kapasitas untuk bernegosiasi. Bagaimana memahami keinginan dunia usaha, apalagi yang besar. Kalaupun ada peluang [untuk kampus kecil] mungkin dengan UMKM,” lanjutnya.

Totok menyarankan Kemendikbud juga berupaya memberikan insentif untuk membantu kampus kecil. Misalnya dengan membiayai proyek kerja sama antara kampus besar dan kampus kecil.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim meluncurkan kebijakan pemberian insentif untuk perguruan tinggi melalui Merdeka Belajar Episode Enam. Ada tiga macam pendanaan yang diberikan.

Pertama, insentif pendidikan berdasarkan delapan indikator kinerja utama (IKU) untuk perguruan tinggi negeri (PTN) dengan jumlah hingga Rp1,3 triliun. Kedua insentif matching fund sebesar Rp250 miliar untuk PTN dan PTS. Ketiga insentif competitive fund sebesar Rp500 miliar untuk PTN dan PTS.(cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *