Pencetus Peradilan Agama di Nusantara, Datu Kelampayan Diusulkan Pahlawan Nasional

Banjarmasin, Duta Tv Jejak Sejarah peradaban Islam di Nusantara tak lepas dari peran serta tokoh Ulama Banjar Syekh Muhammad Arsyad Al- Banjari atau yang dikenal dengan Datu Kelampayan.

Salah satu Karya literaturnya Kitab Sabilal Muhtadin tidak hanya menjadi rujukan keilmuan Islam di Indonesia, namun juga menjadi acuan banyak pemeluk Islam di Asia Tenggara, dalam ilmu fikih Mazhab Syafi’i.

Syekh Muhammad Arsyad Al- Banjary (foto : Wikipedia)

Selain itu, Hadirnya ulama kelahiran Lok Gabang 17 Maret 1710 ini, juga memberikan warna dalam aspek yuridis atau peradilan Islam di Nusantara, di era Kesultanan Banjar, yang berkat gagasan Datu Kelampayan, sehingga dibentuklah Kerapatan Qadhi di Kerajaan Banjar.

Tepat di Haul ke 215 Datu Kelampayan yang wafat pada 6 Syawal 1227, Anggota DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda Kembali mewacanakan pengangkatan Ulama Besar Asal Martapura itu sebagai Pahlawan Nasional.

“Beberapa waktu lalu, Pihak MA RI melalui Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kalsel, DR. Helmi Thohir menegaskan kembali hal tersebut (usul pengangkatan pahlawan nasional) kepada saya. MA RI hendak mengangkat fakta sejarah ini sebagai alasan pengusungan Syekh Arsyad sebagai Pahlawan Nasional,” kata Rifqi, Selasa (17/052021)

Rencana gagasan ini disampaikan ke beberapa tokoh di Banua, diantaranya kepada Menteri Lingkungan Hidup era Presiden SBY, Prof. Gusti M. Hatta, , disela Anjangsana – Silaturrahminya kemaren, Senin (17/05/2021).

“Sebagai putra daerah yang menjadi Anggota DPR RI kini, saya mengamini pandangan MA ini dan menyampaikan gagasan ini ke Prof Gusti Hatta. Selain sebagai tokoh dari garis keturunan Kerajaan Banjar. Beliau adalah intelektual dan birokrat yang punya pengaruh besar sebagai Mantan Menteri,” pungkasnya.

Selain itu, perbincangan juga diwarnai soal perkembangan politik dan pembangunan Kalsel di tingkat nasional, termasuk soal pembangunan infrastruktur Kawasan Sekumpul dan Bendungan Riam Kiwa.

“Semua rencana yang digagas, tentu tidak akan berhasil tanpa doa dan dukungan pian-pian sabarataan.” tutup Rifqi.

 

Reporter : Fadli Rizki


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *