Objek Wisata Banyu Landas Pariangan

kab. Hulu Sungai Selatan, DUTA TVTempat objek wisata di Dusun Pariangan, Desa Batu Bini, kecamatan Padang Batung, kabupaten Hulu Sungai Selatan, menjadi perbincangan di berbagai kalangan masyarakat, khususnya para pelancong dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Hal itu dikarenakan di daerah ini terdapat sebuah objek wisata musiman yang kini menjadi primadona baru bagi wisatawan, yakni objek wisata Banyu Landas Pariangan.

Hampir setiap harinya, lokasi wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat ini pun selalu ramai dikunjungi wisatawan. Dan jumlah kunjungan membludak pada akhir pekan.

Hal itu dikarenakan adanya fasilitas-fasilitas unik yang jarang ditemui di tempat wisata lainnya,seperti wisata kuliner di atas aliran Sungai Amandit.

Selain dapat menikmati keindahan alamnya, adanya meja makan dan lanting bambu yang berjejer rapi di tengah sungai ini pun juga dimanfaatkan para wisatawan untuk bersantai berkumpul keluarga sambil menikmati kuliner lokal yang ada di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah cukup terhibur, suasananya lebih alami, lebih ke alam banget natural, kami bersama keluarga berempat tau objek wisata sini dari media sosial, kami dari Marabahan sekalian ke Amuntai pas melihat ada objek wisata disini, ya hitung-hitung sambil menghibur keluarga kan, untuk sementara bagus pelayanannya cukup mulai dari simpang masuk tadikan sudah ada penjaga untuk mengarahkan ke sini,” tutur Lismawati , pengunjung asal Marabahan.

Lismawati , pengunjung asal Marabahan

Lismawati, pengunjung asal Marabahan

Objek wisata Banyu Landas Pariangan yang dibuka sejak dua bulan lalu, hingga kini sudah cukup dikenal oleh masyarakat.

“Kalau untuk bukanya wisata ini sekitar 2 bulan ini aja, sebelum dikelola sebenarnya ini sudah lama, cuma yang dikelola baru sekitar 2 bulanan ini yang ada spot-spot seperti meja, lanting, dan lain-lain. Setelah kami kelola Alhamdulillah para pengunjung antusiasnya banyak, karena katanya cuma baru ada disini yang makan diatas air, kalau untuk di lain belum ada katanya, jadi lebih banyak kesini untuk makan diatas air,” ucap Muhammad, pengelola objek wisata Pariangan.

Muhammad, pengelola objek wisata Pariangan

Muhammad, pengelola objek wisata Pariangan

Dengan hanya membayar retribusi sebesar Rp8.000,- wisatawan sudah bisa menikmati keindahan alam yang ada di lokasi tersebut. Bahkan 75% dari hasil pendapatannya akan disumbangkan untuk mesjid yang ada di dusun setempat.

Reporter : Muhammad Irfansyah

Redha Aulia R


Uploader.
Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *