Minimalisir Kekerasan Anak, Dewan Minta Kewaspadaan Guru & Warga Ditingkatkan

Kabupaten Banjar, DUTA TV — Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias, meminta kewaspadaan guru dan warga ditingkatkan guna meminimalisir kasus kekerasan yang kerap menjadikan anak sebagai korban.
Hal itu disampaikannya saat mensosialisasikan perda tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kepada guru dan warga di lingkungan Madrasah Ibtidayah Muhammadiyah Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.
Menurut Anggota Dewan Fraksi PAN ini, kekerasan tak hanya berbentuk fisik melainkan juga non fisik. Ia menyebut, banyak ditemui anak-anak yang dijadikan sebagai sumber mata pencaharian dengan meminta – minta. Hal itu dinilai salah satu bentuk kekerasan yang harus dilaporkan dan diantisipasi masyarakat, termasuk KDRT.
“Kita mengharapkan dengan dialksanakannya sosper ini lebih meningkatkan pemahaman tentang hak perempuan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kalau masyarakat menemukan KDRT untuk melaporkan ke ketua RT maupun tingkat kelurahan karena perlindungan anak perlu ditingkatkan. Dimana ada anak – anak jadi korban termasuk korban meminta – minta, dijadikan alat. Itu harus jadi perhatian bersama agar perda ini. Diharapkan masyarakat mengerti apa hak dan kewajiban di masyarakat dalam rangka pemberdayaan dan perlindungan anak,”jelasnya.
“Alhamdulillah sangat menyambut baik dengan adanya sosialisasi ini. Maka masyarakat disini mengetahui perda – perda yang disampaikan oleh Bu Amah. Inshaallan akan kita sosialisasikan tentang kekerasan terhadap anak, apalagi kami di wilayah ada majelisnya jadi nanti kita akan bekerjasama,”kata Masruroh, Kepala MI Muhammadiyah Kertak Hanyar
Dalam sosialisasi perda nomor 11 tahun 2018 ini, Rachmah juga meminta kerjasama guru dan kaum perempuan dari Muhammadiyah yang tergabung di Aisyiyah untuk ikut serta membantu pemerintah, memberdayakan perempuan melalui berbagai ruang dan pelatihan. Sehingga, para ibu rumah tangga yang berada di lingkungan madrasah mampu memiliki penghasilan sendiri dan meningkatkan ekonomi keluarganya.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti




