Minimalisir Bau, PDAM Kotabaru Kuras dan Campur Air

DUTA TV KOTABARU – Berbagai upaya dilakukan PDAM Kotabaru untuk mengatasi keluhan pelanggannya terkait air yang berbau tak sedap.

Diantaranya PDAM setempat melakukan pemasangan pompa di intake DAM Mini Indramayu, Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulau Laut Utara, Rabu (29/01).

 

Pemasangan pompa bertujuan untuk mencampur air baku dari waduk Gunung Ulin dengan air dari Sungai Indramayu.

 

Upaya lain lain untuk meminimalisir bau, PDAM Kotabaru sudah beberapa kali melakukan pengurasan waduk Gunung Ulin maupun instalasi pengolahan air yang mendapat air baku dari waduk tersebut.

 

Meski demikian, pengurasan waduk tidak bisa maksimal karena debit air mulai turun  sehingga dikhawatirkan akan mengganggu distribusi ke pelanggan.

 

Dijelaskan Plt Kabag Humas Dan Hublang PDAM Kotabaru, Syarwani, air di permukaan waduk tidak berbau dan tetap jernih sehingga bagian dasarnyalah yang perlu dibersihkan. Namun PDAM Kotabaru tidak memiliki peralatan yang diperlukan.

 

“Seandainya kita punya alat sedot lumpur seperti Riam Kanan. Tapi kita tidak punya otomatis buang. Kalau ada alat itu, lumpur yang disedot. Kita bercampur air dan lumpur otomatis akan mengurangi air baku. Kalau dilakukan pengurasan sesering mungkin,”jelasnya.

 

Seperti umumnya desain waduk di Indonesia, air yang diambil dari waduk Gunung Ulin merupakan air dasar, bukan air permukaan.

 

Kondisi ini bisa disiasati dengan menggunakan sistem ponton untuk mengambil air permukaan akan tetapi untuk mengubah desain itu membutuhkan anggaran dan PDAM Kotabaru perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

 

Reporter : Nazat Fitriah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *