Siswa MTsN Semarang Olah 50 Kg Sampah MBG Per Hari jadi Makanan Magot

Semarang, DUTA TV – Dua siswa MTs Negeri (MTsN) Semarang Kabupaten Semarang, Azana Fairuzsyifa dan Tsalisa Kuni, rutin merawat magot sebagai bagian dari program pengolahan sampah organik di lingkungan sekolah.

Setiap hari, keduanya memberi makan magot menggunakan limbah organik yang telah difermentasi. Meski awalnya merasa jijik, mereka kini justru antusias menjalani kegiatan tersebut.

“Awalnya ya merasa jijik dan geli, tapi lama kelamaan terbiasa, apalagi ada misi besar dibalik pemeliharaan magot ini, yakni pemanfaatan sampah organik,” kata Azana, Sabtu (30/5/2026).

Bahan makanan untuk magot berasal dari sisa sayur dan buah yang dikumpulkan dari lingkungan sekolah, termasuk sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Makanan ini dipilah dari sisa MBG, selanjutnya difermentasi untuk menjadi santapan magot. Difermentasi selama satu minggu,” ujarnya.

Azana menjelaskan, magot membutuhkan waktu sekitar 48 hari hingga siap dipanen.

Dalam masa pertumbuhannya, magot melewati empat fase, yakni telur selama tiga hingga empat hari, larva 14-21 hari, prepupa tujuh hingga 14 hari, serta fase dewasa selama lima hingga delapan hari. Karena itu, magot diberi makan dua kali sehari agar tumbuh optimal.

“Setelah 48 hari, magot siap dipanen dan digunakan untuk pakan ikan di kolam,” kata Azana.

Kepala MTsN Semarang Kabupaten Semarang, Muh Muslimin, mengatakan produksi sampah di sekolahnya mencapai sekitar dua kuintal per hari yang berasal dari sisa MBG dan aktivitas siswa boarding.

Dari jumlah tersebut, sekitar 50 kilogram sampah organik telah dimanfaatkan sebagai bahan pakan magot.

“Persoalan sampah menjadi problem, karena itu untuk sampah organik diolah menjadi makanan magot sehingga bermanfaat,” ujar Muslimin.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Magot yang dipanen kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ikan di tiga kolam milik sekolah.(kom)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *