Meraup Untung di Tengah Pandemi Melalui Daur Ulang Ban Bekas

Pontianak, DUTA TV Berawal dari sulitnya ekonomi dampak dari pandemi COVID-19, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di kelurahan Sungai Bangkong, kecamatan Pontianak kota, Kalimantan Barat bernama Narwati, berhasil menambah penghasilan keluarga dengan mengolah limbah dari ban bekas, menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi.

Melalui kerja keras dan kreativitas yang dimilikinya, limbah sintetis yang di daur ulang berubah bentuk menjadi tempat sampah dan pot bunga berkarakter sederhana dan ramah lingkungan.

Ia pun kini memiliki pelanggan tetap, mulai dari warga sipil hingga pesanan dari sejumlah instasi yang berada di Kalimantan Barat.

Narwati yang juga merupakan ketua daur ulang limbah sintetis ,kecamatan Pontianak kota menjelaskan, untuk sementara bahan dasar kerajinan yang dibuatnya fokus pada pemanfaatan ban bekas saja. namun kedepan ia akan melihat peluang dan kesempatan yang tersedia.

Adapun omset penjualan yang ia dapatkan di masa pandemi, berkisar di angka 4 juta rupiah perbulan.

“Bahan dasarnya daur ulang dari ban bekas, hasilnya menjadi tempat sampah, pot bunga dan pot buah. Untuk proses pembuatannya tergantung juga dari tingkat kesulitan, kalau model biasa, dalam 1 hari bisa membuat 3 tempat sampah perorang. Harga jual berkisar dari Rp100.000,- sampai Rp300.000,-, dengan omset perbulan mencapai 4 juta rupiah,” kata Narwati.

Nawati

Nawati

Dalam proses produksi kerajinan daur ulang ban bekas tersebut, sang pengrajin, turut pula memberdayakan warga di lingkungan sekitarnya. guna membantu perekonomian terhadap sesama yang terdampak langsung oleh situasi pandemi COVID-19. (ind/ant)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *