“MENGAPA KITA SENYUM?”

BANJARMASIN-DUTATV.COM Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, saat saya mengetik di mesin pencarian google, saya ketik kata “senyum”, maka muncul jumlah 48.800.000, yang berarti terdapat uraian, ulasan dan segala sesuatu tentang senyum yang di ulas atau dibuat orang tentang senyum. Wow begitu fantastis angkanya yang menunjukan banyaknya perhatian orang terhadap senyuman ini, bahkan dibandingkan dengan kata “tawa” hanya berjumlah 32,700.000, maka diakhir tahun ini ijinkan saya juga berbicara tentang senyuman dan tentu menulisnyapun saya sambil tersenyum dan saya sarankan sahabatpun membacanya sambil tersenyum pula .

Sahabat ! kenapa senyuman ini banyak mendapat perhatian orang ? tentu jawabannya bersifat relatif, namun yang pasti semua kita sudah tersenyum dan sudah banyak melakukan senyuman bahkan kita tidak dapat “menghitungnya sudah berapa kali dalam hidup ini kita telah tersenyum. Begitu pula pemaknaan terhadap senyuman ini “sangat beragam, ada makna yang serius dan ada pula makna yang goyunan, bukankah sering kita mendengar “tersenyumlah mumpung tersenyum gratis” atau juga tersenyum yang memiliki ke-khas-an, seperti senyumnya alm. Presiden Soeharto yang disebut “The smiling general” atau senyuman yang penuh misteri seperti senyuman dalam lukisan monalisa.

Sahabat ! senyum itu sendiri secara fisiologis adalah ekspresi dari wajah berupa gerakan di bibir dan atau gerakan tarikan dari kedua ujung bibir tersebut sampai gerakannya pada sekitar mata, sehingga bentuk senyum setiap orang beragam pula dari gerakan ini, ada yang gerakan atau tarikan bibirnya sedikit dan ada juga yang lebar dan seterusnya, dan coba saja sahabat bercermin lalu perhatikan bentuk tarikan bibirnya, lebih tinggi mana yang sebelah kanan atau sebelah kiri? Dari bererapa sumber disebutkan senyum yang pas atau sedang itu tarikan seimbang bibir kanan dan kirinya kurang lebih dua centemeter.

Sahabat ! yang sangat menarik itu sesungguhnya adalah apa yang menyebabkan seseorang tersenyum dan dampak dari senyuman itu kepada diri kita dan orang lain ? untuk menjawab tiga hal itu tentu memerlukan tulisan yang sangat panjang karena sangat beragam jawabannya dan bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, oleh karena itu di edisi ini kita coba melihat dari sisi yang pertama dulu, yaitu mengapa kita tersenyum ?

Sahabat ! kalau hal ini saya tanyakan kepada sahabat semua, kondisi apa biasanya yang menyebabkan sahabat semua tersenyum ?

Sahabat ! ada banyak orang memahaminya bahwa senyuman itu adalah reaksi dari sebuah keadaan, yaitu keadaan yang ada dibalik senyuman itu, keadaan ini adalah berupa rasa bahagia dan atau senang, sehingga pada saat kita merasa bahagia atau senang maka pada wajah kita muncul mimik atau ekspresi senyuman. Pertanyaan selanjutnya tentu adalah apa-apa saja yang membuat kita bahagia dan atau senang tersebut ?

Sahabat ! dalam kehidupan kita bertutur, kondisi bahagia dan senang itu pun sesungguhnya sebuah respon pada suatu keadaan atau peristewa tertentu, yang bisa saja berupa hal-hal yang umumnya diberi label “keberhasilan atau kesuksesan”, namun secara subjektif juga bisa saja hal-hal yang dianggap “kegagalan atau kesedihan” yang mampu diambil hikmahnya.” Oleh karena itulah kita akan temukan senyuman karena memang dia substansinya telah dapat meraih keberhasilan atau kesuksesan, tetapi juga kita bisa temukan sebuah senyuman yang substansinya sesungguhnya adalah “kegagalan atau kesedihan”.

Sahabat ! kalau kita mengambil tolak ukur secara keumuman (mayoritas atau biasanya), maka makna sebuah senyuman bagi diri seseorang terhadap dirinya adalah menggambarkan kebahagiaan atau kesenangan yang substansinya adalah kesuksesan atau keberhasilan. Bukankah sering kita tersenyum karena kita mendapatkan rejeki uang, tersenyum karena lulus sekolah, tersenyum jadi sarjana, tersenyum barang kita laku, tersenyum pendapat kita diterima, tersenyum karena kita juara, tersenyum dapat gadis atau cowok yang kita inginkan, tersenyum dapat memenuhi target dan seterusnya yang akan sangat panjang kalau kata dan kalimat ini diteruskan.

Sahabat ! tentu dari hal yang umum tersebut terdapat pula kondisi khusus yang bersifat luar biasa, artinya terdapat suatu senyuman yang berasal dari respon suatu keadaan yang substansinya umumnya kita anggap sebagai suatu kegagalan atau musibah, tersenyum karena target belum terpenuhi, tersenyum karena cintanya ditolak oleh gadis atau cowok idaman, tersenyum karena diputus oleh sang kekasih, tersenyum karena tidak dipromosikan jabatannya, walaupun dia berperstasi, tersenyum saat kehilangan dan tersenyum karena rejekinya masih belum didapatkan, dan seterusnya….

Sahabat ! terhadap jenis senyuman yang yang disebabkan oleh kondisi kegagalan atau musibah inilah sebenarnya menggambarkan tingkat pemahaman dan penghayatan kehidupan yang lebih tinggi derajatnya, karena ia mampu metransedentalkan kejadian itu sebagai takdir kehidupan yang terbaik bagi dirinya dan meyakini ada hikmah yang lebih baik untuk kehidupannya dari skenario yang ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa (ALLAH).

Sahabat ! terkadang perlu juga kita latih, kalau kita dikasih racun, minumlah “racun” itu yang seolah-olah “madu” yang akan menyehatkan kita, yang berarti AMBILLAH HIKMAH BAIK DALAM SETIAP PERISTIWA termasuk dari peristiwa yang tidak menyenangkan kita.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.

#Semakintuasemakinbijaksana

#semakintuasemakinbahagia

#UPDATE CORONA KALSEL


Dr. Syaifudin SH. MH.


Dewan Redaksi Duta TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *