Mengaku Dianiaya, Pengasuh Madrasah Nahdatul Adfal Lapor ke Polisi

DUTA TV MARTAPURA – Pengasuh sekolah Madrasah Nahdatul Adfal, Mahyuni, menunjukkan surat laporan, tentang penganiayaan yang dialami, pada Selasa pagi (11/08/2020), oleh empat orang yang diduga preman.

Dari keterangan, kejadian itu berawal saat korban pulang mengambil rumput di lahannya, tak jauh dari tempat tinggalnya. Namun saat diperjalanan korban mengaku dihadang oleh empat orang bersenjata tajam.

Sempat terjadi perdebatan, hingga salah satu pelaku melayangkan pukulan ke wajah korban, namun berhasil ditangkis korban.

Usai memukul, keempat terduga pelaku kemudian langsung meninggalkan lokasi kejadian.

“Saya sehabis mengambil rumput, langsung dihadang empat orang di depan rumah dengan membawa senjata tajam, terus saya kebelakang menaruh rumput di kandang sapi, setelah itu saya ke depan dan menyuruh mereka untuk duduk-duduk, setelah ngobrol lalu ada yang mau mukul, kemudian saya tangkis,” kata Mahyuni

Ustadz Mahyuni, korban penganiayaan

Sementara itu, kapolres banjar akbp andri koko menegaskan jika pihaknya sudah memanggil pelapor, dan diduga kasus tersebut dilatarbelakangi kesalahpahaman.

“Keempat pelaku akan kita panggil,” ujar AKBP Andri Koko, kapolres Banjar.

Hingga kini kasus tersebut masih didalami pihak kepolisian, untuk mengetahui motif penganiayaan tersebut .

Reporter : Tarida Sitompul

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *