MAPABA II PMII UNIVSM Jadi Gerbang Awal Lahirnya Kader Berintegritas dan Peduli Masyarakat

Balangan – Dutatv.com, Pengurus Komisariat PMII Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) II di Aula KPU Kabupaten Balangan, Minggu (5/7/2026).

 

Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa yang ingin bergabung dan berproses sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

 

MAPABA II dihadiri oleh Ketua PC PMII Kabupaten Balangan, Alfiannoorrahman, perwakilan Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Kabupaten Balangan, Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Balangan, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Universitas Sapta Mandiri, Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Balangan, serta Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Balangan.

 

Dalam sambutannya, Ketua PC PMII Kabupaten Balangan, Alfiannoorrahman, mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta MAPABA II.

 

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal dalam proses kaderisasi.

 

“MAPABA merupakan pintu gerbang pertama untuk menjadi bagian dari keluarga besar PMII. Di sinilah proses awal pembentukan karakter, pola pikir, serta komitmen seorang kader dimulai,” ujarnya.

 

Selama pelaksanaan MAPABA II, para peserta dibekali lima materi dasar yang menjadi fondasi awal dalam proses kaderisasi PMII.

 

Materi tersebut meliputi Organisasi PMII, Gender dan Korps PMII Putri (KOPRI), Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Nilai Dasar Pergerakan (NDP), serta Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial.

 

Melalui materi Organisasi PMII, peserta diperkenalkan dengan sejarah berdirinya PMII, visi dan misi organisasi, struktur kelembagaan, serta peran strategis kader dalam mengembangkan organisasi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

 

Pada materi Gender dan KOPRI, peserta diajak memahami pentingnya kesetaraan gender, peran perempuan dalam organisasi, serta eksistensi KOPRI sebagai wadah pengembangan potensi kader perempuan PMII dalam memperjuangkan keadilan, kemanusiaan, dan kepemimpinan.

 

Sementara itu, materi Aswaja menanamkan pemahaman mengenai nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai manhajul fikr (metode berpikir) yang mengedepankan sikap moderat (tawassuth), seimbang (tawazun), toleran (tasamuh), dan adil (i’tidal).

 

Peserta juga mendapatkan materi Nilai Dasar Pergerakan (NDP), yang menjadi landasan filosofis PMII dalam membentuk kader yang memiliki integritas, berpikir kritis, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, serta berorientasi pada pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

 

Selain itu, melalui materi Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial, peserta diajak memahami posisi mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change), kontrol sosial (social control), dan kekuatan moral (moral force) yang memiliki tanggung jawab untuk peka terhadap persoalan masyarakat serta mampu memberikan solusi melalui gerakan intelektual dan aksi nyata.

 

 

“Melalui MAPABA ini kami berharap lahir kader-kader PMII yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, semangat pengabdian, serta mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

 

Kegiatan MAPABA II berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian materi, diskusi, serta dinamika kelompok yang dirancang untuk membangun jiwa kepemimpinan, memperkuat wawasan kebangsaan, dan menumbuhkan semangat pergerakan sesuai dengan cita-cita PMII, yakni terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap, bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmu, serta memiliki komitmen memperjuangkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan keadilan sosial.

Alfi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *