Perkuat Manajemen Masjid, Komisi VIII DPR RI Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Islam di Kalimantan Selatan

Banjar – dutatv.com, Dalam menghadapi tantangan era globalisasi, digitalisasi, dan derasnya arus media sosial, penguatan manajemen masjid menjadi hal penting untuk dilakukan. Hal ini disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Golkar, H. Sandi Fitrian Noor, ST., MT., dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) bertajuk “Manajemen Masjid: Memakmurkan Masjid, Memberdayakan Umat” yang digelar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Sabtu (27/9).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI dengan Komisi VIII DPR RI, serta dukungan penuh dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin.

Program ini diikuti oleh para pengurus dan takmir masjid, khatib, muazin, serta guru-guru agama se-Kalimantan Selatan. Melalui pelatihan dan diskusi, para peserta diajak untuk memperkuat kemampuan manajerial dalam mengelola masjid agar dapat menjadi pusat kemajuan umat.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Golkar, H. Sandi Fitrian Noor

“Kami sangat mendukung kegiatan ini demi kemajuan Pendidikan Islam di tanah air, lebih khusus lagi di Banua kita, Kalimantan Selatan,” tegas Sandi Fitrian Noor, yang juga aktif mendorong berbagai inisiatif peningkatan mutu pendidikan Islam di daerah.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Antasari Banjarmasin, Dr. H. Akhmad Sagir, M.Ag, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penerapan hasil pelatihan ini di masjid-masjid seluruh Kalimantan Selatan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa diimplementasikan di seluruh masjid agar benar-benar mampu memakmurkan masjid dan memberdayakan umat,” ujarnya.

Menurutnya, UIN Antasari sangat mengapresiasi sinergi yang dibangun antara dunia akademik dan lembaga pemerintahan dalam mengembangkan manajemen masjid yang modern dan profesional.

Ketua Panitia Muhammad Yuseran menambahkan, kegiatan NGOPI ini merupakan bagian dari agenda Program Peningkatan Mutu Pendidikan Islam yang diinisiasi oleh Komisi VIII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Ketua Panitia Muhammad Yuseran

“Kami ingin para pengelola masjid memiliki wawasan dan keterampilan manajerial yang kuat agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban Islam,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, hadir pula M. Adi Riswan Al Mubarak, Wakil Sekretaris PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalimantan Selatan, sebagai narasumber utama yang membahas “Revitalisasi Manajemen Masjid: Strategi Membangun Masjid Berdaya dan Berdampak.”

Ia menekankan empat pilar utama dalam manajemen masjid modern, yakni pembinaan, pemetaan, pelayanan, dan pemberdayaan, yang menjadi fondasi penting dalam membangun masjid yang tidak hanya ramai jamaahnya, tetapi juga berdaya secara sosial dan ekonomi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pendidikan, sosial, dan ekonomi umat di Kalimantan Selatan.
Dengan dukungan dari pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, manajemen masjid diharapkan dapat terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Tim

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *