KPK RI Tunjuk Kalsel Jadi Provinsi Pertama Gelar Pelatihan Integritas 2025, Gubernur H. Muhidin: “Kami Siap Jadi Role Model”

Banjarmaasin – dutatv.com, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang telah menunjuk Provinsi Kalimantan Selatan sebagai Provinsi pertama di Indonesia yang menggelar Pelatihan Integritas Lembaga Eksekutif Pemerintah Daerah Tahun 2025.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2025, di Ballroom Hotel Rattan Inn Banjarmasin, dan diikuti oleh 40 Kepala Dinas, Badan, serta Biro di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPK RI karena telah melaksanakan pelatihan ini di Kalimantan Selatan. Ini luar biasa, karena Kalsel menjadi provinsi pertama yang mendapat kesempatan tersebut. Meski masih ada catatan merah dalam survei integritas, kami optimistis bisa meningkatkan indeks integritas tahun 2025 ini,” ujar Gubernur H. Muhidin usai menutup kegiatan di Banjarmasin, Kamis (30/10)
Dalam kesempatan itu, Gubernur H. Muhidin menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh kepala SKPD untuk membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi.
Ia meminta agar seluruh peserta pelatihan bersedia menandatangani Pakta Integritas, sebagai bentuk keseriusan dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Jika melanggar isi Pakta Integritas, maka siapapun harus siap dinonjobkan. Kita ingin Kalsel keluar dari zona merah dan minimal masuk zona kuning dalam hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK tahun ini,” tegasnya.
Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK RI, Yonathan Demme Tangdilintin, mengapresiasi semangat peserta dari Kalimantan Selatan. Ia menilai seluruh kepala SKPD menunjukkan komitmen tinggi untuk memperkuat nilai-nilai integritas dalam birokrasi daerah.
“Kami bangga melihat antusiasme para peserta, termasuk gubernur dan wakil gubernur yang ikut aktif. Ini menunjukkan keseriusan Kalsel dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan,” ungkap Yonathan.
Pada penutupan kegiatan, Gubernur H. Muhidin bersama Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK menyerahkan penghargaan kepada peserta terbaik dalam tiga kategori, yaitu: Pre-test Terbaik dan Tercepat diraih Galuh Tantri Narindra (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel), Post-test Terbaik dan Tercepat: dr. Among Wibowo (Direktur RSUD Ulin Banjarmasin) dan Peserta Terbaik juga diraih Galuh Tantri Narindra

Acara penutupan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Satuan Tugas Akademi Integritas Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK RI Swasti Putri Mahatmi, Kepala Satuan Tugas Penindakan Direktorat Koordinasi dan Supervisi KPK Agus Kurniawan, Kepala Satuan Tugas Pencegahan Maruli Tua, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel.
Gubernur H. Muhidin berharap pelatihan serupa dapat kembali digelar dengan melibatkan pejabat eselon III dan IV, agar nilai-nilai integritas dapat tertanam kuat hingga ke level pelaksana.
“Integritas itu budaya yang harus dibangun dari atas hingga bawah. Semoga pelatihan ini jadi awal perubahan nyata menuju pemerintahan yang bersih,” tutupnya.
Tm





