“MAGNET PERJALANAN SPRITUAL”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, kali ini izinkan saya bertutur tentang perjalanan spritual, sehubungan dengan keberangkatan ibadah umroh saya bersama AFI TOUR BANJARMASIN di bulan Oktober 2019 ini, kenapa saya harus minta izin, karena tentu ada perbedaan pendapat dan cara pandang kita tentang menceritakan pengalaman spritual dalam melaksanakan ibadah, baik itu faktor yang mendorongnya, perjalanannya, ibadahnya sampai hikmah-hikmah kehidupan yang bisa kita petik.

Sahabat ! adalah sah-sah saja dan punya argumentasi yang kuat dengan dalil-dalil tertentu yang mengatakan “ibadah itu urusan pribadi, sehingga tidak perlu di ekspose ke media sosial”, karena suatu hal yang paling kita takutkan adalah yang disebut “riya”. Riya ini adalah sikap ingin dipuji oleh orang lain atau pamer kepada orang lain pada saat menjalankan ibadah tersebut, oleh karena niatnya bukan karena Allah, maka ibadah tersebut menjadi sia-sia alias tidak bernilai lagi disisi ALLAH.

Sahabat ! disisi lain, menceritakan pengalaman spritual dengan niat agar bisa juga dijadikan pembelajaran atau “i’tibar” oleh pembaca atau pemirsanya tentu juga mempunyai argumentasi yang menurut saya bisa dibenarkan, karena kewajiban “menyampaikan walaupun hanya satu ayat” juga menjadi kewajiban kita bersama untuk saling berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman dalam kehidupan ini.

Berita Lainnya

Sahabat ! alhamdulillah saya diberi anugerah oleh Allah berkunjung ke berbagai negara dan yang terakhir yang saya tulis adalah seri perjalanan ke Shenzhen, Hongkong, Macau dan Zhuhai, namun dari semua tempat yang saya kunjungi itu waktunya berkisar 4 sampai 5 hari, kecuali ke Eropa yang memakai waktu puluhan hari. Anehnya dengan waktu yang pendek itu dan tempat-tempat yang indah tersebut sejatinya membawa kerinduan yang luar biasa untuk kembali lagi ketempat tersebut, akan tetapi keinginan untuk kembali kesana tidak sekuat untuk kembali ke Tanah Haram.

Sahabat ! ada semacam magnet yang selalu menarik jiwa dan batin kita untuk selalu kembali ke Tanah Haram ini, yang secara sepintas tentu bisa saja dianggap aneh oleh mereka yang tidak merasakan tarikan tersebut, karena tempat yang dikunjungi kan utamanya tempat itu itu aja, Mesjidil Haram dengan Kabah ditengahnya dan Mesjid Nabawi di Madinah. Namun bagi kita yang menghayati dalam rasa jiwa spritual, akan menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang luar biasa, bagaimana air mata tumpah memandang Baitullah, bagaimana terasa dekat dengan Sang Pencipta saat kita sholat di “rumahnya”, bagaimana kita dapat berjiarah ke makam Rasulullah sang pembawa cahaya Ilahi ditengah kegelapan umat manusia saat itu, bagaimana merasakan sholat dekat dengan Rasulullah karena kita sholat dimesjid beliau yang kuburannya ada di samping kita, bagaimana kita napak tilas perjuangan para Rasul Allah, Nabi Ibrahim, Ismail dan Siti Hajar dan seterusnya yang akan sangat panjang kalau saya sebutkan terus.

Sahabat ! kesimpulan saya inilah tempat inilah satu-satunya tempat yang tidak pernah sepi di belahan dunia ini dari ritual ibadah, inilah tempat yang membuat kerinduan yang luar biasa untuk selalu bisa datang kesana, inilah tempat dimana amal ibadah kita dilipatgandakan begitu banyaknya, inilah tempat kita “rehat” dari aktifitas dunia kita dalam menjalankan penghidupan, inilah tempat yang bagi saya tidak pernah membuat terbetik untuk tidak datang lagi, dan bahkan saat mau pulangpun doa dengan air mata memohon untuk diberikan anugerah untuk kita bisa datang lagi.

Sahabat ! izinkan nanti saya akan menceritakan pengalaman spritual dan pernak-pernik keberangkatan bersama AFI TOUR kali ini, mohon maaf dan doa dari sahabat semua, disamping doa saya bagi sahabat semua.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.
#Semakintuasemakinbijaksana
#semakintuasemakinbahagia

Dr. Syaifudin

Dewan Redaksi Duta TV

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *