KENANGAN : HUJAN DAN DAUN PISANG”

Banjarmasin-DutaTv. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi
Hujan turun di pagi ini
Terkenang pian waktu bahari
Ketika hujan turun dengan daun pisang ulun dipayungi
Ketika itu pian menyatakan cinta sehidup semati
Sahabat ! di Minggu pagi ini (13 Januari 2019) hujan turun deras sekali, udaranya sejuk membuka kenangan, suaranya gemuruh membuka gundah, suatu suasana yang istilah anak sekarang terbawa perasaan (baper) telah pula membawa saya pada suasana itu, dengan duduk diteras sambil minum kopi kemudian mengalirlah cerita tentang “daun pisang” ini. Kenapa saya memulainya dengan daun pisang, karena memang masa-masa kecil kehidupan dulu berada di Kampung dan dan kalau hujan waktu diperjalanan, maka yang dicari adalah daun pisang untuk dipergunakan sebagai payung. Mungkin cerita tentang berpayung berdua memakai daun pian terasa asing dimata anak milineal sekarang, tetapi kalau membuka album-album lama akan ditemukan adanya lagu yang bertemakan memori daun pisang”, seperti bait puisi yang saya tulis di atas adalah tulisan dalam catatan harian saya sewaktu menulis kenangan yang terjadi dimasa silam, tapi tolong jangan salah paham, karena semua itu hanyalah “just to remember” Ha ha ha….
Sahabat ! Suasana kenangan hujan dan daun pisang ini, membuka inspirasi tentang pohon pisang itu sendiri yang menjadi pokok inspirasinya, siapapun kita insyaallah sudah tahu semua terhadap jenis tanaman yang satu ini.Pisang adalah salah satu jenis tanaman yang unik, karena hampir seluruh pohon pisang itu berguna bagi kita, dari daunnya, batangnya, apalagi buahnya. Kali ini saya ingin fokus kepada buahnya, karena satu batang pohon pisang ini hanya berbuah satu kali saja, tidak ditemukan cerita satu pohon pisang berbuah lebih dari satu kali, namun demikian saat-saat menjelang berbuah dan kemudian berbuah sudah tumbuh beberapa anak-anak pisang sebagai teman dan nanti sebagai penggantinya. Kondisi inilah yang melahirkan inspirasi dahsyat yang menjadi pembelajaran kehidupan kita “POHON PISANG MEMPERSIAPKAN GENERASI PENERUS SEBELUM IA BERBUAH DAN MATI”.
Sahabat ! pergantian generasi atau sering disebut re-generasi adalah suatu keniscayaan, sehingga pada fase-fase kehidupan alam mengajarkan kita kapan saatnya dalam kehdupan ini kita mempersiapkan generasi penerus, apakah itu di perusahaan, di pemerintahan ataupun dilembaga-lembaga dan juga oraganisasi-oraganisasi yang didalamnya terdapat struktur kepemimpinan. Kalau kita belajar dari pohon pisang ini, maka generasi penerus hendaknya disiapkan diawal-awal sebelum kita mencapai puncak kejayaan atau kesuksesan, oleh karenanya generasi penerus ini kita ikutkan dalam proses mencapai kesuksesan tersebut, agar terjadi proses pematangan dan trasfer pengalaman kehidupan dalam suatu kepemimpinan. Harus muncul kesadaran bagi generasi yang sudah pisangnya berbuah (baca generasi tua) untuk rela melepaskan jabatan-jabatan yang menjadi lambang kejayaannya kepada generasi muda, karena hal ini sebagai suatu keniscayaan dalam hukum alam, dan ditangan generasi muda kehidupan atau kepemimpinan akan lebih baik dengan tantangannya sendiri sesuai jamannya. Mengharapkan terus bertahan sampai pada puncak kesuksesan atau kejayaan tanpa mempersiapkan generasi penerus, berarti akan sama nasibnya dengan pohon pisang yang sudah berbuah matang lalu kemudian mati, tanpa meninggalkan anak-anak pisang sebagai penggantinya.
Sahabat ! hujan terus turun, kenangan berpayung dengan daun pisang terasa indah dan menyadarkankan pula sudah saatnya kita menyiapkan generasi penerus serta mempersilahkan mereka menggantikan posisi kita. Bagaimana dengan sahabat semua ?
Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.





