Kriminal

Jendela Sampai Alat Drumband di SDN 3 Kotabaru Hilir Dirusak

DUTA TV KOTABARU – Gudang penyimpanan alat drumband milik SD Negeri 3 Kotabaru Hilir di Jl.Pangeran Kacil, Kelurahan Kotabaru Hilir, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, dibobol orang.

Tak diketahui persis kapan aksi itu terjadi, namun Senin pagi pihak sekolah mendapati pintu gudang yang digembok telah dibuka paksa.

Tidak ada barang di dalamnya yang hilang, namun beberapa alat drumband mengalami kerusakan, selain itu juga ada banyak bungkus obat batuk berserakan di lantai.

kejadian ini sendiri menambah panjang daftar perusakan fasilitas sekolah di lingkungan SDN 3 Kotabaru Hilir dalam Mei 2019.Teror terjadi beruntun sejak libur awal puasa lalu, mulai dari perusakan jendela kelas, lampu hias, hingga alat pengeras suara, tak hanya itu buku-buku pelajaran yang ada dalam salah satu ruang kelas juga jadi korban, buku-buku ini disiram dengan air dan oli.

Setelah rentetan kejadian ini pihak sekolah berencana membuat laporan ke polisi, selain itu juga diharapkan ada kepedulian masyarakat di sekitar sekolah guna mengantisipasi perusakan kembali terjadi, karena saat ini pihak sekolah belum mampu menggaji petugas untuk jaga malam.

“Senin pagi itu ditemukan lagi di belakang sekolah tepatnya di Gudang, pintu didobrak, ditemukan disana obat batuk cair banyak sekali, kemudian alat-alat drumband ditusuk-tusuk, pertama kita serahkan ke polisi minta keamanan, karena di sekolah ini kayanya tidak aman, banyak yang mabuk-mabukan, kemudian ke masyarakat juga, artinya ikut serta mengamankan sekolah bersama kita menjaga keamanan,” ucap Husni, Kepala SDN 3 Kotabaru Hilir.

Husni, Kepala SDN 3 Kotabaru Hilir

Sementara itu belum jelas siapa pelaku maupun motif di balik aksi perusakan fasilitas sekolah di SDN 3 Kotabaru Hilir.

Namun menurut keterangan pihak sekolah, sebelumnya sering ada orang-orang yang masuk ke lingkungan sekolah setelah kegiatan belajar selesai.

Belum lama tadi pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk mengunci pagar setelah kelas bubar guna mencegah orang-orang tersebut masuk, sejak itulah aksi perusakan mulai meneror sekolah.

 

Reporter : Nazat Fitriah


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *