Jembatan Barito II Bakal Dibangun, PUPR Kalsel Tengah Lakukan Studi Kelayakan

Banjarmasin, Duta TV — Ancaman terputusnya konektivitas Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akibat kondisi Jembatan Barito yang semakin berumur mendorong pemerintah daerah menyiapkan pembangunan Jembatan Barito II.
Dinas PUPR Kalimantan Selatan saat ini tengah melakukan studi kelayakan untuk menentukan lokasi dan konsep pembangunan jembatan baru tersebut.
Rencana itu turut menjadi perhatian Komisi III DPRD Kalsel dalam pembahasan program dan anggaran pembangunan tahun 2027. Pembangunan jembatan baru ini menjadi kebutuhan strategis, mengingat usia Jembatan Barito yang semakin tua, sementara proses perbaikan kerap menimbulkan antrean panjang kendaraan.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan studi kelayakan dengan mempertimbangkan dua opsi pembangunan.
Pertama, membangun jembatan baru berdampingan dengan Jembatan Barito yang sudah ada. Kedua, menggeser lokasi pembangunan sekitar empat hingga lima kilometer ke arah hulu, seiring rencana pengembangan jalan dan wilayah Kabupaten Barito Kuala.
“Untuk Jembatan Barito II, kita masih melakukan studi kelayakan. Jadi, ada beberapa opsi. Yang pertama, opsinya duplikasi, artinya langsung di samping jembatan yang ada. Kemudian juga ada opsi kurang lebih bergeser ke arah hulu empat sampai lima kilometer karena ada rencana pembangunan jalan tambahan,” jelas Yasin.
“Kemudian, kita juga berkaca sebenarnya ke kejadian tahun 2021 ketika banjir besar, Jembatan Barito itu tidak berfungsi. Itu bisa dikatakan lumpuh perekonomian kita karena konektivitas tidak nyambung. Jadi, kita jangan sampai, karena untuk Kalteng hampir 80 persen itu mengandalkan barangnya dari Pelabuhan Trisakti,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, menegaskan di tengah penurunan kemampuan keuangan daerah, pemerintah harus semakin selektif dalam menentukan prioritas pembangunan. Terlebih, sejumlah proyek strategis daerah masih membutuhkan dukungan pendanaan lanjutan.
“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa untuk anggaran yang tadinya kita di Rp2,4 triliun itu terjadi penurunan. Di Rp2,4 triliun yang di tahun sebelumnya, sekarang hanya Rp1,6 sampai Rp1,7 triliun. Nah, anggaran itulah yang perlu kita bagi, yang mana yang prioritas,” ujar Mustaqimah.
Selain Jembatan Barito II, sejumlah pembangunan prioritas lainnya juga menjadi perhatian pemerintah daerah, di antaranya Jembatan Pulau Laut, stadion, dan rumah jabatan gubernur. Khusus pembangunan Jembatan Pulau Laut, kebutuhan anggaran tahunan diperkirakan mencapai Rp750 miliar, bersumber dari APBD dan APBN.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





