Air Bersih dan Infrastruktur Jadi Sorotan Reses Rian Zulfikar

BANJARMASIN, DUTA TV– Persoalan air bersih dan infrastruktur menjadi sorotan dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Banjarmasin, H. Muhammad Rian Zulfikar, S.E., M.Sc., pada 22–25 Oktober 2026.

Reses yang berlangsung di Kelurahan Kelayan Dalam, Murung Raya, Pulau Bromo–Mantuil, dan Kelayan Selatan tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Di Kelurahan Murung Raya, warga mengeluhkan keterbatasan air bersih akibat surutnya sungai dan kondisi kekeringan. Menanggapi keluhan itu, Rian berkoordinasi dengan PDAM Kota Banjarmasin untuk memfasilitasi penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, persoalan infrastruktur disampaikan warga Kelurahan Kelayan Selatan, khususnya terkait kondisi jalan di RT 28 Gang Gandapura. Meski usulan peningkatan jalan telah disampaikan sejak 2021, warga masih menantikan kejelasan tindak lanjut.

Selain kondisi jalan, genangan saat musim hujan juga menjadi keluhan. Ketinggian air bahkan disebut dapat mencapai selutut orang dewasa dalam kondisi tertentu. Warga berharap adanya peninjauan terhadap kondisi jalan dan kebutuhan drainase untuk mengurangi genangan.

Rian mengatakan, reses merupakan kesempatan untuk mendengarkan langsung keluhan masyarakat sekaligus membangun komunikasi dengan instansi terkait guna mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.

“Kita berada di perahu yang sama dengan warga. Kita perlu saling mendengar dan memahami persoalan yang terjadi di lapangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pemetaan dan pengawalan melalui mekanisme DPRD, dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kewenangan masing-masing instansi.

“Setiap persoalan perlu dicarikan jalan keluar melalui koordinasi bersama pihak terkait, agar penanganannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan,” tambahnya.

Selain air bersih dan infrastruktur, warga juga menyampaikan persoalan bantuan sosial, terutama terkait pendataan dan belum terdaftarnya sejumlah warga dalam situs Perlinsos. Adapun di kawasan Mantuil, masyarakat mengeluhkan kendala penanganan kebakaran lahan akibat keterbatasan sarana dan jauhnya sumber air.

Rian berharap berbagai aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian instansi terkait dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan masyarakat serta ketentuan yang berlaku.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *