Gerbang Tani Kalsel Suarakan Keluhan Masyarakat Soal Pangan

BANJARMASIN, DUTA TV — DPW Gerbang Tani Kalimantan Selatan mendeklarasikan dukungan untuk Presiden Prabowo Subianto. Fokus deklarasi menyasar isu-isu penting seperti penguasaan aset negara, reforma agraria, dan bantuan ekonomi bagi masyarakat.

Deklarasi ini untuk menyuarakan keluhan masyarakat sipil terkait persoalan mahalnya pupuk, serta kelangkaan pangan yang berdampak pada mahalnya harga kebutuhan pokok.

Ketua DPW Gerbang Tani Kalsel, Eko Nur Sujarwo, berharap lewat deklarasi ini Presiden RI Prabowo Subianto mendengar keluhan-keluhan masyarakat. Dalam kesempatan ini, Gerbang Tani Kalsel juga menekankan pentingnya implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa hutan, tanah, dan air dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan maksimal untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Selain mendeklarasikan dukungan, sayap Partai Kebangkitan Bangsa ini juga menggelar pendidikan bagi para kader, dengan tujuan meningkatkan pemahaman para anggota terkait politik.

“Alasan deklarasi kami tadi dari masyarakat sipil Gerbang Tani adalah supaya Pak Presiden Prabowo Subianto mendengar keluhan-keluhan masyarakat yang ada saat ini, seperti pupuk mahal, kelangkaan pangan, kelangkaan pupuk, mahalnya bahan pangan, dan supaya agar Pasal 33 yang ada di UUD bisa terlaksana dengan bagus. Bahwa apa itu hutan, tanah, dan air dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan maksimal untuk masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

“Dengan menerima materi pada hari ini dalam satu hari penuh, mereka bisa memahami dan mengamalkan apa yang disampaikan oleh pemateri. Selain itu, bagaimana bisa mengembangkan usaha mereka sebagai seorang politik, mengembangkan usaha yang mereka ingin lakukan,” tambah Hormansyah, Sekretaris DPW PKB Kalsel.

Pasca deklarasi ini, DPW Gerbang Tani Kalsel akan turun ke 13 kabupaten/kota untuk menggelar pendidikan bagi para kader. Bukan sekadar menyampaikan keluhan lewat dukungan, Gerbang Tani Kalsel juga berkomitmen membantu program Presiden RI, yakni mengajak seluruh masyarakat terutama kaum milenial untuk bertani sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di Indonesia, terkhusus Kalimantan Selatan.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *