Enam Tewas di Penambangan Emas Ilegal, Bupati Kotabaru Akan Tinjau Lokasi

DUTA TV KOTABARU – Operasi Sar 6 penambang emas yang tertimbun longsor di desa Buluh Kuning kecamatan Sungai Durian kabupaten Kotabaru berakhir Selasa (02/06).

Hal itu menyusul ditemukannya satu orang korban terakhir setelah 2 hari proses pencarian. Seluruh korban yang meninggal dunia dievakuasi ke desa kemudian dipulangkan ke daerahnya.

Mereka sebagian besar dari luar Kotabaru diantaranya Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Jawa Timur.

Tragedi ini sendiri bukan yang pertama, terakhir pada Mei 2019 kejadian yang sama merenggut 4 nyawa.

Menyikapi ini bupati Kotabaru Sayed Jafar Al Idrus mengatakan pemerintah belum bisa menentukan sikap, meski aktivitas penambangan yang sudah berlangsung lama itu diketahui ilegal.

“Kita semua tau kondisi daerah itu bukan tempat yang diizinkan untuk menambang dan terus berlanjut dari dulu, kita nanti dengan seluruh Forkopinda akan turun ke lapangan melihat kondisinya di situlah kita akan ambil keputusan,” ucapnya.

Longsor di areal penambangan emas di desa buluh kuning kecamatan sungai durian kabupaten kotabaru terjadi senin dinihari setelah hujan deras.

Lokasi penambangan jauh di atas gunung di dalam hutan sekitar 15 kilometer dari desa.

Di musim hujan seperti ini, tim Sar harus melalui medan yang berat untuk menjangkau lokasi dengan berjalan kaki dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

 

Reporter : Nazat Fitriah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *