Pemerintahan

DPRD Kalsel Terima 10 Tuntutan Mahasiswa

DUTA TV BANJARMASIN – Aksi demontrasi oleh aliansi mahasiswa se-Kalimantan Selatan di halaman kantor DPRD provinsi Kalsel, Kamis (26/09/2019) siang, mengusung sepuluh tuntutan.

Kesepuluh suara mahasiswa tersebut diserahkan kepada anggota dewan kalsel untuk ditanda tangani dan diteruskan kepada pihak berwenang.

Adapun isi tuntutan mahasiswa tersebut antara lain :

  1. Menolak semua pasal karet yang ada dalam rancangan undang-undang yang dianggap bermasalah.
  2. Membujuk pemerintah untuk menghentikan tindkan refresif terhadap kawan-kawan mahasiswa, amupun masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
  3. Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP.
  4. Mendesak pemerintah  dan DPR untuk merevisi undang-undang KPK yang baru saja disahkan.
  5. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di sebagian Indonesia.
  6. Mendesak pasal pasal bermasalah dalam RUU ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja.
  7. Menolak pasal-pasal problemasi dalam RUU pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agrarian.
  8. Mendorong proses demokratisasai di Indonesia.
  9. Mengecam pemerintah Indonesia atas segala bentuk kekerasan kepada warga Papua.
  10. Mengajak DPRD Kalsel untuk menolak segala RUU yang dianggap bermasalah.

“Aspirasi kawan-kawan mahasiswa kita tamping dan kita komunikasikan di pusat, ini kita tandatangani,” jelas Syarifuddin wakil Ketua DPRD Prov Kalsel.

Surat pernyataan sikap ini sendiri selain ditandatangani oleh perwakilan aliansi mahasiswa Kalsel juga ditandatangani oleh anggota DPRD Kalsel.

Tim Liputan


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *