Dituntut Netral, ASN di Kotabaru Dilematis

DUTA TV KOTABARU – Suasana jelang pemilihan bupati dan wakil bupati Kotabaru 2020 kian memanas, salah satu isu yang mewarnai adalah indikasi pelanggaran netralitas ASN yang beberapa kali mencuat.

Menyikapi itu badan pengawas Pemilu atau Bawaslu Kotabaru kemarin menggelar sosialisasi netralitas ASN di kantor bupati setempat.

Dalam kegiatan ini banyak ASN mengeluhkan posisi mereka yang dilematis. Disatu sisi mereka harus netral, tapi di sisi lain ASN kerap jadi korban politsasi birokrasi, terutama berkaitan kelangsungan karir mereka.

ASN di kotabaru pun meminta Bawaslu tidak hanya melakukan sosialisasi kepada mereka, tapi juga kepada para kontestan Pilkada agar tidak mempolitisasi ASN.

“ASN ini posisinya selalu dirugikan kadang karena ketidak tahuan, kita serba salah juga kadang politisi ini yang sulit kita hadapi, UU sudah jelas netral tapi jadi korban politik,” kata Said Akhmad, sekretaris daerah kabupaten Kotabaru.

Said Akhmad, sekretaris daerah kabupaten Kotabaru

Said Akhmad, sekretaris daerah kabupaten Kotabaru

“Mereka paham betul UU ASN cuma mereka dalam posisi tidak enak menolak, mereka ingin juga Bawaslu menyampaikan kepada paslon agar tidak melibatkan mereka,” tambah Mohamad Erfan, ketua Bawaslu Kotabaru.

Mohamad Erfan, ketua Bawaslu Kotabaru

Mohamad Erfan, ketua Bawaslu Kotabaru

Jumlahnya yang banyak menjadikan ASN lumbung suara yang potensial, terutama guru dan tenaga kesehatan.

Terkait itu dua SKPD yakni Dinas Pendidikan dan Kesehatan ditekankan oleh sekretariat daerah pemerintah kabupaten Kotabaru untuk menjaga netralitas mereka.

Reporter : Nazat Fitriah


Follow Me:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *