Dinas Pertanian Banjar Ajukan Kuota Solar Bersubsidi bagi Petani

Kabupaten Banjar, Duta TV — Kenaikan harga solar Dexlite menimbulkan polemik kelangkaan solar di pasaran yang juga berimbas bagi para petani untuk mendapatkan solar bersubsidi.
Salah satunya petani di Desa Penggalaman yang cukup resah karena kesulitan untuk mendapatkan solar lantaran menjadi bahan bakar penggerak mesin pertanian.
Dengan kelangkaan solar, aktivitas pengolahan lahan pertanian terhambat dan ancaman gagal tanam hingga gagal panen bagi petani.
Pembakal atau Kepala Desa Penggalaman, Nur Ipansyah, menuturkan kondisi petani di desanya kini benar-benar terancam gagal menanam padi akibat tidak tersedianya solar.
Menurut Nur Ipansyah, pihak desa sudah berupaya ke berbagai pihak untuk membantu para petani mendapatkan akses pembelian solar, termasuk harus membeli dengan harga lebih tinggi dari biasanya.
“Kami saat ini memang kesulitan solar, dan petani kita terancam gagal bersawah. Kami sudah berupaya ke sana kemari meminta bantuan atau rekomendasi supaya petani kami bisa membeli solar walau harganya agak mahal. Tapi sudah seminggu ini tidak dapat apa-apa,” ujarnya
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Kabid Perizinan Usaha Abdul Basyid mengatakan jika pihaknya berupaya untuk mengajukan kepada pemerintah pusat kuota solar bersubsidi bagi petani.
“Kami berupaya dengan mengajukan tambahan kuota solar bersubsidi untuk petani. Kami juga berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan pihak kepolisian untuk mengawal distribusi solar bersubsidi untuk petani,” tutur Basyid.
Jumlah kuota solar bersubsidi bagi petani yang diajukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Banjar pada tahun ini sebanyak 104.825 kilo liter.
Sementara itu, harga solar bersubsidi di SPBU saat ini sebesar Rp6.800 per liter, akan tetapi dijual eceran oleh pedagang yang didapatkan dari pelangsir hingga mencapai Rp22 ribu per liter.
Ironisnya, di eceran pun sangat sulit untuk didapatkan atau mengalami kelangkaan akibat kenaikan harga solar nonsubsidi jenis Dexlite yang mencapai Rp27.150 per liter.
Reporter : Suhardadi





