Disdik Akui 40% Siswa Tak Maksimal Serap Belajar Daring

Banjarmasin, DUTA TV — Pandemi COVID – 19 tak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan sosial saja, namun juga berdampak pada sisitem pendidikan. Meski tak bisa memberikan gambaran riil secara data melalui survey, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mengakui , jika sistem pembelajaran siswa melalui dalam jaringan, tidak dapat diserap maksimal oleh siswa.

Kadisdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengungkapkan, jika kondisi Kota Banjarmasin cukup relevan dengan membandingkan hasil survey Kemendikbud, yang menyebut 40 persen siswa belajar tidak bisa menyerap pembelajaran dengan maksimal karena harus belajar secara jarak jauh.

Lihat Juga :  Puluhan IRT Antusias Ikuti Kejar Paket Di PKBM Kintap Cerdas

“seperti survey Kemendikbud ada 40persen siswa tidak bisa maksimal dilaksanakan daring, hanya 60 persenya yang sanggup, di Banjarmasin cukup relevan, karena tidak semua siswa bisa laksanakan itu, kedua keterpenuhan kurikulum, sekolah satu dan yang lain itu akan berbeda ketercapaian kurikulumnya” Ucapnya.

Jika melihat data survei Unicef Indonesia per 8 juni 2020, yang menjaring lebih 4.000 pelajar se Indonesia, sekitar dua pertiga atau 66 persen mengatakan siswa merasa tidak nyaman belajar dari rumah dan sebanyak 87 persen menyatakan mereka ingin segera kembali ke sekolah.

Lihat Juga :  Lulusan  Uniska Diharapkan Unggul dan Tangguh

Hal lain, saat ditanya tentang tantangan utama saat belajar di rumah, 38 persen siswa mengatakan mereka kekurangan bimbingan dari guru, sementara 35 persen menyebutakses internet yang buruk, dan lebih dari setengah 62 persen mereka membutuhkan bantuan untuk kuota internet.

Reporter : Fadli Rizki

Rahmatillah


Editor & Uploader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *