Budaya Inspirasi

DIKASIH HATI MENGINJAK KEPALA

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, Suatu ketika saat menjawab pertanyaan kenapa seseorang bisa melakukan kejahatan ? bagi saya ini adalah pertanyaan bisa dijawab sederhana, tetapi juga bisa dijawab secara rumit berdasarkan teori-teori kajian ilmu tentang kejahatan (kriminologi), tentu sangat tidak cukup di kolom ini menjelaskan untuk menjawab pertanyaan tersebut.  Oleh karena itu saya lebih memilih jawaban sederhana untuk kita bisa memahami realitas kejahatan dalam  kehidupan ini.

Sahabat ! secara sederhana kejahatan itu adalah perbuatan yang tidak normal “abnormal” yang menyimpang dari norma-norma umum yang disepakati dalam kehidupan ini, ada semacam garis lurus yang disediakan sebagai pedoman perilaku kehidupan untuk ditaati dalam kehidupan bersama tersebut, baik bersumber dari kebiasaan, adat istiadat, moral, agama dan hukum. Namun dari garis “lurus” itu realitasnya tidak diiukti oleh kita, dan kita justeru mengambil garis menyilang atau melingkar yang keluar dari garis lurus tersebut. Jalur garis menyilang atau melingkar itulah menempatkan kita pada posisi keluar dari norma-norma keumuman yang digariskan oleh garis lurus tersebut, yang dalam bahasa singkatnya kita diberi label sebagai “menyimpang” atau melakukan “pelanggaran aturan” atau sebagai “pelaku kejahatan”.

Sahabat ! Rumus umum “kalau kita dikasih kebaikan maka kita akan membalasnya juga dengan kebaikan” dan “semakin yang dikasihkan itu derajat kebaikan berbobot tinggi, maka sudah sewajarnya kita juga akan menjadapatkan kebaikan yang setara” bobotnya atau “bisa juga dibalas dengan derajat kebaikan yang lebih rendah bobotnya” atau “bahkan bahkan kalau kita tidak melakukan yang merugikan  orang lain pun, maka kita berharap tidak ada orang yang berbuat merugikan kita”. Rumus ini adalah rumus umum dalam pergaulan sosial, tentu dalam realitas sosialnya rumus umum kehidupan tersebut bisa tidak diikuti oleh seseorang dalam pergaulan, dan bahkan dalam kondisi tertentu ada yang kita anggap sangat “luar biasa jahatnya”, yaitu dikasih kebaikan malah membalasnya dengan kejahatan, konsep inilah yang istilahnya kita sebut : DIKASIH HATI MENGINJAK KEPALA.

Sahabat ! Begitulah terkadang realitas kehidupan bertutur kepada kita, ada saja kita temukan orang yang mempunyai perilaku seperti itu, lantas reaksi apa yang kita lakukan ? biasanya reaksi tersebut adalah bisa reaksi yang bersifat negatif dan bisa pula reaksi yang bersifat positif. Reaksi yang bersifat negatif yang biasanya kita wujudkan dengan menjauhinya, membencinya atau bahkan membalasnya, sedangkan reaksi yang bersifat positif kita wujudkan dengan menasihatinya, mengambil hikmah sebagai ujian kesabaran dan kemudian mendoakannya, bahkan dengan rasa syukur kita ditemukan dengan orang yang seperti ini, karena menandakan kita masih bisa membedakan kebaikan dan keburukan serta akan meningkatkan derajat kita dengan kesabaran dalam kehidupan.

Sahabat ! Bagi saya reaksi yang positif ini lebih bijak kita lakukan secara proporsional, yaitu dengan tetap meningkatkan kewaspadaan pada prasangka baik terhadap orang-orang yang “dikasih hati malah menginjak kepala”, agar kita tidak terjatuh pada lubang yang sama, artinya kita bisa terhindar dari kejahatannya lagi.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *