Defisit Anggaran, Pembangunan Kabupaten Banjar 2020 Akan Melamban

DUTA TV MARTAPURA – Pembangunan di kabupaten Banjar di tahun 2020 mendatang bakal mengalami penurunan, seiring dengan terjadinya defisit anggaran dari 2 triliun lebih menjadi 1,76 triliun.

Defisit anggaran itu dikarenakan pemerintah pusat mengurangi dana perimbangan daerah sekitar 250 milliar, dan tambahan beban pelaksanaan pemilihan kepala daerah sekitar sekitar Rp27 milliar.

Sementara itu, beban biaya tidak langsung untuk belanja pegawai mencapai 60{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696} lebih, sehingga Pemkab Banjar bersama DPRD Banjar, sepakat melakukan pemotongan pada beban biaya langsung.

Menurut Sekda Banjar Mokhammad Hilman, akibat berkurangnya anggaran daerah di tahun 2020 akan berdampak terhadap laju pertumbuhan dan pembangunan yang bersumber dari anggaran daerah.

“Sampai saat ini belum ada solusi lain untuk menutupi defisit anggaran”, ujar Mokhammad Hilman.

Sekda Banjar Mokhammad Hilman

“Kondisi keuangan kita buruk karena tingginya dana belanja pegawai”, tambah Muhammad Rofiqi, ketua DPRD Banjar.

Muhammad Rofiqi, ketua DPRD Banjar

Pemotongan Juga Sentuh Anggaran Rumah Sakit dan Pendidikan

Sementara kendati melakukan pemotongan anggaran di tahun 2020 terhadap seluruh satuan kerja perangkat daerah, DPRD Banjar ikut mendukung karena pemotongan, lantaran masih memperhatikan aspek layanan masyarakat dimana untuk kesehatan dan pendidikan mendapat porsi pemotongan lebih kecil.

Berdasarkan data, pemotongan anggaran di setiap SKPD kabupaten Banjar sebesar 25{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}, diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Banjar kehilangan sekitar 43 miliar.

Namun untuk rumah sakit pemkab Banjar hanya dilakukan pemotongan sekitar 2{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}, dan untuk Dinas Pendidikan mengalami pemotongan sekitar 15{5b1a8e93fac51023fbcea5a31a1f1c34877e15d45a6e19a88118d1d7c5787696}, jauh di bawah pemotongan dinas yang lain.

 

Reporter : Tarida Sitompul

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *