Debut di Kejuaraan Dunia, Atlet Sambo Kalsel Evaluasi Kekuatan dan Mental Bertanding

BANJARMASIN, DutaTV – Pengalaman berharga dirasakan atlet Sambo Kalimantan Selatan, Rizky Mulia Ananda, saat tampil di ajang World Sambo Championships 2026 yang berlangsung di Uzbekistan pada 6–9 November 2026.

Bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara menjadi pengalaman sekaligus pembelajaran penting bagi Rizky. Meski belum berhasil meraih hasil maksimal, kesempatan tampil di panggung dunia tersebut memberinya gambaran nyata mengenai kualitas persaingan olahraga Sambo di level internasional.

Rizky yang turun pada nomor Combat Sambo kelas 88 kilogram mengawali perjuangannya dengan hasil positif. Ia berhasil mengalahkan atlet asal Irak, sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan atlet Georgia pada pertandingan berikutnya.

Di balik pengalaman tersebut, Rizky mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi penampilannya. Salah satunya berkaitan dengan kondisi berat badan. Untuk memenuhi kebutuhan kelas 88 kilogram, ia masih mengalami kekurangan sekitar empat kilogram.

Sementara itu, waktu persiapan yang tersedia relatif singkat sehingga penyesuaian berat badan tidak dapat dilakukan secara optimal.

Selain persoalan fisik, minimnya persiapan dan pengalaman bertanding di level internasional juga menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, kejuaraan dunia tersebut merupakan pengalaman internasional pertamanya.

“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena bisa merasakan langsung kualitas atlet-atlet terbaik dunia. Kami juga bisa melihat bagaimana kemampuan dan perkembangan Sambo di negara lain,” ungkap Rizky.

Menurutnya, perbedaan kualitas dengan atlet negara lain tidak hanya terlihat dari kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga pengalaman bertanding serta ketersediaan rekan latihan. Atlet dari negara-negara yang lebih maju dalam olahraga Sambo dinilai memiliki jam terbang internasional dan partner latihan yang lebih memadai.

Pengalaman tersebut pun menjadi bahan evaluasi bagi Rizky untuk meningkatkan kualitas diri. Ke depan, ia berencana memperkuat kemampuan fisik, terutama power, sekaligus mengembangkan penguasaan teknik yang diperolehnya selama berhadapan langsung dengan atlet-atlet dunia.

Keterbatasan partner latihan di daerah juga menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian agar proses peningkatan kemampuan atlet dapat berjalan lebih optimal.

Senada dengan itu, Pelatih Sambo Kalimantan Selatan, Ricky Fajar Adi Putra, menilai kejuaraan dunia di Uzbekistan memberikan banyak pelajaran penting bagi pembinaan atlet di daerah.

Menurutnya, untuk mampu bersaing di tingkat internasional, seorang atlet tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik dan penguasaan teknik. Mental bertanding, kedisiplinan, kecerdasan membaca strategi lawan, serta pengalaman kompetisi yang berkelanjutan juga menjadi faktor penting.

Melalui kejuaraan tersebut, tim pelatih dapat mengamati secara langsung perkembangan Sambo di negara-negara yang telah memiliki sistem pembinaan lebih maju. Mulai dari penguasaan teknik, strategi pertandingan, pola latihan hingga metode pembinaan atlet.

“Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk diterapkan dalam pembinaan Sambo Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Kami bisa melihat secara langsung apa saja yang perlu ditingkatkan agar atlet mampu bersaing di level internasional,” jelas Ricky.

Ia menyebutkan, sejumlah aspek yang menjadi perhatian ke depan meliputi peningkatan penguasaan teknik dasar dan lanjutan, penguatan fisik, kecepatan, daya tahan, serta mental dan kepercayaan diri atlet. Selain itu, memperbanyak kesempatan mengikuti kompetisi berkualitas juga menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan jam terbang.

Ricky optimistis atlet Sambo Kalimantan Selatan memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di tingkat internasional. Namun, hal tersebut harus didukung pembinaan yang konsisten, peningkatan kualitas pelatih, serta kesempatan mengikuti kejuaraan nasional maupun internasional.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Gubernur H Muhidin, serta Ketua Umum Pengprov Persambi Sambo Kalimantan Selatan, H Afrizaldi S.I.Kom, yang dinilainya memberikan dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga di daerah.

Bagi tim Sambo Kalimantan Selatan, keikutsertaan dalam World Sambo Championships 2026 bukan sekadar mengukur kemampuan atlet di panggung dunia. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus motivasi untuk membangun pembinaan yang lebih baik.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *