Darurat Iklim Mendesak Disahkan

Jakarta, DUTA TV — Ribuan orang telah meneken petisi digital yang mendesak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendeklarasikan darurat iklim setelah serangkaian bencana alam melanda sejumlah titik di Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir pekan lalu dan awal pekan ini.

Per pukul 19.31 WIB, Rabu (7/4) petisi yang dimuat dalam situs change.org itu sudah ditandatangani lebih dari 9.970 orang.

Petisi itu diinisiasi lebih dari 180 orang dan organisasi yang tergabung dalam gerakan #StopBencana. Salah satu inisiator dari petisi itu adalah organisasi Greenpeace Indonesia.

“Kita mau menuntut ada leadership dari Presiden Jokowi untuk membuat komitmen iklimnya. Terutama mendeklarasikan darurat iklim,” tutur Peneliti Iklim dan Energi Greenpeace Adila Isfandiari, Rabu (7/4).

Adila mengatakan melalui deklarasi darurat iklim tersebut, pihaknya berharap kementerian dan lembaga terkait menganggap serius perkara krisis iklim karena mendapat mandat langsung dari Jokowi.

“Karena belakangan ini kita nggak melihat ada komitmen yang ambisius dari pemerintah kita,” kata Adila.

Menurut pihaknya kondisi darurat iklim sudah sepatutnya dideklarasikan jika berkaca pada rentetan bencana alam dalam beberapa tahun ke belakang yang didominasi bencana hidrometeorologi.

Untuk diketahui, bencana hidrometeorologi adalah bencana yang ditimbulkan cuaca ekstrem akibat perubahan iklim dan puncak musim hujan seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan.

Adila pun menyoroti dua bencana banjir yang banyak menelan korban di awal tahun ini, yakni banjir di Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Selatan. Dia mengatakan keduanya terjadi akibat cuaca ekstrem dampak dari krisis iklim.(cnni)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *