Curhat Pedagang Pasar Tumpah

DUTA TV BANJAR – Persoalan  omset dan penghasilan turut menjadi dalih pedagang pasar tumpah di sepanjang jalan Pemurus Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.

Sebagian pedagang yang ditemui mengaku pernah direlokasi ke lantai 2 Pasar Ahad.

Namun karena dirasa sepi, mereka akhirnya kembali membuka lapak di pinggir jalan.

Mereka membuka lapak dengan membayar sewa kepada para pemilk lahan, baik di halaman rumah maupun teras warga sekitar.

Solusi penggabungan pedagang dianggap bukan jalan keluar, karena sudah 2 kali penertiban dilakukan tak menyeluruh oleh aparat berwenang terlebih dengan kondisi pasar yang kotor dan kumuh.

“Di sini menyewa ke pemilik lahan. Sudah pernah dua kali ke atas, tapi sepi. Nggak dapat duit di atas itu, giamana,”kata Aji, pedagang ikan pasar tumpah.

“Ada protes itu sudah lama tahu. Saya ini berdagang mulai dari penampungan, pasar dihancur lalu dibikin bertingkat,” ujar Tayan Dayak yang sudah sekitar 20 tahun berjualan di pasar Pasar Ahad dan kini membuka lapak di tepi jalan Pemurus.

Pedagang paar tumpah di jalan Pemurus tak mau berselisih dengan pedagang di Pasar Ahad. Namun berharap adanya solusi terbaik yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Banjar sehingga mereka dapat menjalankan usaha dengan lancar dan tenang.

 

Reporter : Fadli Rizky


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *