Beda Persepsi, Rehab Stadion 17 Mei Terancam Molor

DUTA TV BANJARMASIN – Mimpi suporter kesebelasan barito putra dan masyarakat banua menyaksikan stadion 17 Mei Banjarmasin mengalami perubahan terpaksa harus tertunda. Realisasi perbaikan fisik yang direncanakan dimulai bulan depan terancam molor, kondisi ini akibat penganggaran renovasi lapangan sepakbola kebanggaan urang banua sebesar 13 miliar tersebut belum sepenuhnya clear.

Hal itu terungkap saat rapat dengar pendapat komisi IV DPRD Kalsel dengan tim anggaran pemerintah daerah. Molornya renovasi karena ada perbedaan persepsi antara eksekutif dan legislatif, menyikapi perubahan alokasi anggaran yang tertuang dalam APBD dengan KUA – PPAS.

Saat pembahasan, alokasi renovasi stadion disepakati estimasi dana sebesar Rp 13 miliar, dengan rincian Rp 10 miliar untuk perbaikan fisik, sisanya bagi pengadaan penerangan. Namum setelah disahkan menjadi APBD, belakangan fungsi alokasi mengalami perubahan yaitu anggaran Rp 13 miliar sepenuhnya untuk kebutuhan fisik.

Sekretaris komisi IV mengaku dalam waktu dekat pihaknya segera membawa permasalahan ini ke kemendagri, sehingga selain tidak berimplikasi hukum di kemudian hari, tahapan renovasi pun tidak terhambat.

“Terkait adanya perubahan anggaran renovasi, kami akan konsultasi termasuk komisi IV tim TAPD, 1 hingga 2 hari ini akan ke mendagri mudahan tidak ada masalah sehingga proses tetap bisa berjalan sesuai jadwal,” ucap Lutfi Saifuddin sekertaris komis IV DPRD Kalsel.

M. Lutfi Saifuddin (kanan)

Rencananya, konsultasi akan dilakukan dalam beberapa hari kedepan agar pelaksanaan pembangunan fisik stadion yang dijadwalkan awal Juli tidak molor.

Reporter : Evi Dwi Herliyanti


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *