Asia Tenggara Berhasil Pangkas Jumlah Perokok Hingga 27%

Jakarta, DUTA TV – Dalam upaya memberantas penggunaan tembakau, Asia Tenggara kini memimpin dunia. Sejak 2010, kawasan ini berhasil memangkas konsumsi tembakau secara besar-besaran.
Dulu, Asia Tenggara tercatat sebagai wilayah dengan tingkat penggunaan tembakau per kapita tertinggi di dunia.
Kini, posisinya turun ke peringkat kedua dalam daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sementara Eropa justru menempati peringkat teratas.
Pencapaian ini penting karena Asia Tenggara menampung sekitar seperempat populasi dunia. Pada awal abad ke-21, lebih dari separuh penduduk berusia 15 tahun ke atas di kawasan ini menggunakan tembakau.
Namun pada 2030 mendatang, WHO memperkirakan angkanya turun drastis, kurang dari satu dari lima orang akan mengonsumsi produk tembakau.
“Penurunan ini luar biasa, meski sejalan dengan tren global,” ujar Kamran Siddiqi, profesor kesehatan masyarakat dari University of York, Inggris, dikutip dari laman DW Indonesia, Kamis (16/10/2025).
“Penurunan ini luar biasa, meski sejalan dengan tren global,” ujar Kamran Siddiqi, profesor kesehatan masyarakat dari University of York, Inggris, dikutip Kamis (16/10/2025).
Secara global, masyarakat semakin meninggalkan tembakau sejak tahun 2000.
Tren ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang membatasi penjualan dan iklan rokok, serta meningkatnya kesadaran publik tentang bahaya kesehatan akibat merokok.
Pada 2010, WHO menargetkan penurunan penggunaan tembakau sebesar 30 persen dalam 15 tahun.
Dari semua kawasan di dunia, hanya Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika yang diperkirakan mampu mencapai target tersebut.
Data terbaru WHO menunjukkan penurunan global konsumsi tembakau : kini ada 120 juta perokok lebih sedikit dibanding tahun 2010, atau turun 27 persen dalam 15 tahun terakhir.(lip6)





