Asah Jiwa Kepemimpinan, Mahasiswa Baru UNISM Ikuti LKMM-TPD

Banjarmasin, Duta TV — Memasuki tahap lanjutan setelah PKKMB, mahasiswa baru Universitas Sari Mulia mulai dilatih menjadi calon pemimpin muda, melalui Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Pra-Dasar atau LKMM-TPD. Mahasiswa baru dilatih beragam materi mulai dari kepemimpinan, soft skill, hingga manajemen organisasi.

Tidak hanya dibekali teori, mahasiswa baru juga diarahkan untuk mampu menghadapi dan memecahkan persoalan yang muncul dalam organisasi. Presiden Mahasiswa BEM UNISM menyebut, LKMM-TPD menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa terjun lebih jauh ke berbagai organisasi kemahasiswaan.

“Seberapa pentingnya pelatihan kepemimpinan ini, tentunya kawan-kawan mahasiswa baru kemarin telah melaksanakan PKKMB, yang mana ini tahapan kedua dari masa pengenalan kampus, yaitu Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Pra-Dasar (LKMM-TPD). Di mana di sini kawan-kawan mahasiswa baru digodok atau ditempa menjadi SDM yang siap untuk mengikuti ormawa ke depannya, baik itu dari himpunan di prodi masing-masing, fakultas, ataupun tingkat tertinggi yaitu BEM Universitas Sari Mulia. Mungkin sekian. Harapannya kawan-kawan mahasiswa baru setelah mengikuti latihan kepemimpinan tingkat pra-dasar ini bisa membawa ilmu sebanyak mungkin, dibawa dan diimplementasikan ke lingkungan kampus yang ada di prodinya masing-masing,” ujarMuhammad Nur Fikri, Presiden BEM UNISM periode 2026.

Sementara itu, tak sekadar dilatih jadi pemimpin, para mahasiswa juga diajari menjadi sumber daya manusia yang siap mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan, mulai dari himpunan mahasiswa di tingkat program studi, organisasi fakultas, hingga badan eksekutif mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mendapatkan pengalaman berorganisasi, tetapi juga mampu membawa ilmu yang diperoleh untuk diterapkan di lingkungan kampus masing-masing.

“Oh, kalau misalnya untuk materi dari adik-adik mahasiswa sendiri, untuk LKMM-TPD 2026 itu sendiri, nanti akan banyak materi tentang kepemimpinan, pelatihan soft skill, dan utamanya dalam manajemen terkait permasalahan yang ada di organisasi. Dikarenakan prosesnya LKMM-TPD adalah untuk mengasah soft skill mahasiswa, jadi nanti akan lebih fokusnya untuk pengelolaan masalah, terus pemecahan masalah, dan sebagainya,” ungkap Muhammad Adi Saputra, Ketua Panitia Pelaksana.

Sementara itu, UNISM menilai kemampuan kepemimpinan dan manajerial menjadi semakin penting di tengah perkembangan era digital dan tuntutan dunia kerja. LKMM-TPD diarahkan untuk membantu mahasiswa mengenali potensi dan mengembangkan kemampuan diri, termasuk kemampuan leadership dan manajerial.

“Ya, mereka tentunya setelah acara pengenalan kemarin, pelatihan ini ditujukan untuk bagaimana mereka mulai mengenal potensi diri dan pengembangan diri. Karena itu sangat diperlukan ya di era literasi digital saat ini dan juga tantangan tuntutan global yang mengharuskan mereka bisa menguasai leadership dan manajemen-manajemen manajerial. Dan itu untuk diri sendiri dan dengan organisasi, yang nantinya juga bukan pada saat kuliah saja, dan tentunya pada saat nanti mereka berada di dunia kerja. Ya, harapan kami tentunya ini bisa meningkatkan atau memperlancar kemampuan leadership mereka dan juga dapat mendukung capaian-capaian akademik dan non-akademik. Dan juga untuk potensi kemampuan diri mereka masing-masing, dan harapannya ini bisa digunakan nantinya juga di dunia kerja,” tutur Dr. Adriana Palimbo, S.Si.T., M.Kes,Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan UNISM.

LKMM-TPD UNISM digelar selama enam hari. Tak sekadar memperkuat kemampuan kepemimpinan mahasiswa, LKMM-TPD sekaligus mendukung capaian akademik dan nonakademik selama menempuh pendidikan di UNISM.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *