APBD Perubahan Diputuskan, 24 Ribu Guru Tak Bersertifikasi Jadi Catatan

Banjarmasin, Duta TV – APBD Perubahan 2025 resmi diputuskan melalui rapat paripurna. Dalam pengambilan keputusan ini, dewan memberikan sejumlah catatan, salah satunya terkait sektor pendidikan.

Ketua Fraksi Demokrat Persatuan Perjuangan, H.M. Syaripuddin atau Bang Dhin, menyampaikan, ada 24.809 guru, atau sekitar 42,44 persen dari total 75.871 guru se-Kalsel yang belum bersertifikasi.

Kondisi itu tentu berpengaruh pada Standar Pelayanan Minimal atau SPM pendidikan, di mana salah satu itemnya adalah penguatan SDM. Apalagi, Bang Dhin menyebut Disdik hanya dialokasikan 15 persen anggaran untuk peningkatan SDM, dari yang seharusnya sebesar 60 persen. Kondisi itu jelas bertolak belakang dengan visi misi Gubernur Kalsel yang menginginkan penguatan SDM di segala bidang, salah satunya bidang pendidikan.

“Ada beberapa catatan yg disampaikan oleh Fraksi Demokrat Persatuan Perjuangan. Yang pertama adalah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Sesuai data yang kami himpun, ada sekitar 24 ribu sekian. Ini harus dilakukan sertifikasi oleh Disdik, baik Disdik provinsi ataupun kab/kota,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Kartoyo, mengatakan pihaknya akan lebih serius mengevaluasi dan melakukan perbaikan, sehingga program-program yang menjadi prioritas dapat berjalan tepat sasaran.

“Dengan perubahan yang jadi 12 sekian itu ada kekurangan, kekurangan itu ditutup dari SILPA kemarin. Kenapa SILPA terlalu besar, itu fakta yang terjadi. Bahwa kita ke depannya harus lebih serius lagi, giat lagi untuk mengevaluasi dan untuk melakukan perbaikan,” jelasnya.

Sementara itu, Hasnuryadi Sulaiman, Wakil Gubernur Kalsel, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas anggaran perubahan 2025 yang sudah jadi Perda, serta menyampaikan akan berusaha melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

“Terima kasih dulu kepada teman-teman di DPRD Kalsel atas anggaran perubahan 2025 yang sudah jadi Perda, dan kami Pemprov beserta Pak Sekda tentunya berusaha melaksanakannya dengan sebaik-baiknya dan juga untuk mewujudkan Kalsel yang semakin sejahtera,” ungkap Hasnuryadi Sulaiman.

“Selain terkait pendidikan, juga ditekankan pentingnya peningkatan mutu layanan publik, penguatan sektor kesehatan, serta transparansi dalam pelaksanaan program. Seperti diketahui sebelumnya, semula APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar 11,728 triliun rupiah bertambah sebesar 941 miliar rupiah menjadi 12,669 triliun rupiah,” tambahnya.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti, Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *