APAKAH ANDA PERNAH GAGAL PAHAM?

Banjarmasin – DUTA TV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi

Suatu ketika ada seorang guru memperagakan kepada muridnya akan bahaya Narkoba, ia menaruh dua gelas didepan meja dan masing-masing di isi dengan air putih dikedua gelas tersebut, ia kemudian memasukan Narkoba ke satu gelas dan mengaduknya, kemudian gelas yang lainnya tidak dimasukan Narkoba atau masih air murni, selanjutnya dia ambil dua ekor cacing yang sudah dipersiapkannya dan dia masukan cacing tersebut ke masing-masing gelas. Sambil mengangkat gelas yang tidak berisi Narkoba dan diperlihatkan kepada muridnya, cacing itu menggeliat biasa dan tidak terjadi apa-apa, lalu kemudian dia perlihatkan gelas yang berisi Narkoba dan diangkatnya terlihatlah cacing itu mengelepar dan kemudian mati tidak bergerak lagi. Setelah peragaan itu selesai, ia kemudian mendiskusikannya dengan anak didiknya dan bertanya “pelajaran apa yang bisa kalian petik dari peragaan tadi,” tanya sang guru, lalu salah seorang murid menjawab “KALAU MAU MENGOBATI CACINGAN, MAKA MINUMLAH NARKOBA” gerr… suasana riuh ketawa di dalam kelas itu.

Sahabat! cerita di atas menggambarkan suatu komunikasi antara guru dengan muridnya, yang dikepala sang guru mau menjelaskan bahaya dari Narkoba, tetapi dikepala anak yang satu itu justru berbeda menangkapnya.  Begitulah dalam komunikasi terkadang antara pihak yang mengkomunikasikan dengan pihak yang menerima komunikasi tidak mencapai kesepahaman terhadap pesan yang disampaikan, artinya pesan yang disampaikan tidak berhasil dan bahkan telah terjadi apa yang disebut dalam bahasa gaulnya misscomunication atau miskom.

Berita Lainnya

Sahabat! Komunikasi sesungguhnya tidak saja bisa dilakukan secara verbal (lisan) dan dibantu peragaan, akan tetapi juga bisa dengan gerak tubuh atau mimik muka tertentu yang kita sebut gestur, seperti yang pernah saya alami sewaktu kecil. Bagaimana ayah (abah) saya melakukan tatapan tajam disertai mimik muka yang serius yang ditujukan kepada saya pada saat saya ikut nimbrung di ruang tamu saat beliau menerima tamu, tentu saja dengan tatapan mata dan mimik beliau seperti itu mengandung pesan kepada saya agar saya keluar dari ruang tamu tersebut, maka saya pun segera keluar dari ruang tamu.

Sahabat! tentu dalam kehidupan sehari-hari kita mempunyai cara dan atau metode sendiri dalam berkomunukasi, akan tetapi pada suatu kondisi tertentu terkadang kita mengharap kan lawan bicara kita mengerti terhadap kemauan atau pesan yang kita sampaikan dalam bahasa yang pendek atau dengan gerak tubuh seperti ayah saya lakukan tadi, tetapi banyak kejadian sesungguhnya orang tidak mengerti dan tidak paham akan pesan yang dikirim kekita, maka timbul istilah “bepaham-paham” atau mestinya mengerti terhadap kemauan kita itu. Dalam konteks inilah kemudian dalam komunikasi terdapat simbol-simbol tertentu yang sebenarnya simbol itu mengandung pesan agar kita paham terhadap pesan yang terkandung di dalamnya, akan tetapi terkadang kita ‘gagal paham’ atas sinyal simbol yang berisi pesan (kehendak) tersebut, sehingga terkadang terjadi salah paham dan bisa menimbulkan ketegangan hubungan.

Sahabat! simbol atau gestur atau komunikasi yang kita lakukan sesungguhnya mengharuskan adanya komunikasi dua arah yang sedapat mungkin pesan yang disampaikan itu dimengerti atau dipahami, sehingga tidak terjadi apa yang kita sebut gagal paham dalam berkomunikasi. Sebagai seorang atasan atau yang berkuasa atau pimpinan atau kepala keluarga terkadang sering menggunakan simbol, akan tetapi tidak jarang simbol pesan dalam komunikasi itu tidak dipahami, hal ini tentunya juga bersifat relatif tergantung berapa lama kita bergaul dan budaya yang ada di dalam masyarakat yang melingkupi pergaulan kita.

Sahabat ! saran saya tetaplah komunikasikan kemauan dan keinginan anda dengan jelas agar tidak terjadi miskom Salam secangkir kopi seribu inspirasi…

Dr. Syaifudin

Dewan Redaksi Duta TV

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *