Antisipasi Krisis Pangan, Masyarakat Diminta Bersiap Hadapi Ancaman Bencana

Banjarmasin, Duta TV – Ancaman bencana banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Selatan. Pasalnya, kedua bencana tersebut tidak hanya mengganggu kehidupan masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu persoalan ketahanan pangan di daerah.

Dalam sosialisasi undang-undang tentang ketahanan pangan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Suripno Sumas, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu terjadinya krisis untuk mulai bersiap. Menurutnya, masyarakat perlu memahami langkah antisipasi dan mencari solusi agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi meski dihadapkan pada berbagai kondisi darurat bencana.

Suripno Sumas menjelaskan bahwa sosialisasi ini difokuskan pada penguatan ketahanan pangan sebagai dampak dari bencana banjir dan karhutla.

“Kami berikan pencerahan kepada masyarakat tentang langkah apa yang diharapkan dan dilaksanakan. Kita tidak ingin masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin, mengalami krisis pangan. Oleh karena itu, kami memberikan warning agar masyarakat bisa mencari solusi dan upaya terbaik,” jelas Suripno.

Di sisi lain, Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Sugiarto Sumas, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan bahan pokok, melainkan mencakup tiga aspek utama: ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan pangan.

“Pertama dari sisi keterjangkauan harga. Jika terjadi kenaikan harga, pemerintah bersama dunia usaha akan menggelar operasi pasar murah. Selain itu, ada keterjangkauan lokasi, di mana pemerintah menyediakan Bulog serta stok cadangan pangan provinsi. Saat ini Kalsel menyediakan sekitar 520 ton cadangan pangan untuk kondisi darurat. Cadangan ini cukup kuat,” ujar Sugiarto Sumas.

DPRD Kalsel berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan semakin meningkat. Dengan demikian, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya berfokus pada penanganan darurat fisik, tetapi juga menjamin kepastian pasokan pangan bagi seluruh warga.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *