Anggaran Pendidikan Untuk Pembangunan Hanya Rp 1,4 M

Banjarmasin, DUTA TV — Dinas pendidikan kota Banjarmasin tidak memiliki anggaran perbaikan sekolah dasar pada tahun 2021 ini. Pasalnya, dana yang sudah dianggarkan dari di APBD kota Banjarmasin, hanya untuk pembangunan ruang atau kelas baru pada tahun ini.

Dana untuk pembangunan ruang atau perbaikan total itu, diperuntukan ke dua sekolah yakni SDN Sungai Lulut 2 dan SDN Alalak 1 sebesar 1,4 M.

Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini terjadi membuat pemerintah kota Banjarmasin, mengalihkan  sebagian anggaran untuk pendidikan.

Lihat Juga :  KSOP Banjarmasin Bantu Warga di Tengah Pandemi Lewat Program Padat Karya

Sementara, untuk anggaran perbaikan sejumlah sekolah dari dana alokasi khusus atau DAK yang bersumber dari pemerintah pusat dengan total anggaran sekitar 3,6 M.

Anggaran tersebut peruntukannya untuk perbaikan ruang kelas pembuatan toilet dan ruang guru.

“Bantuan sekolah itu ada tapi cuma 2 sekolah,  kita perbaiki total selebihnya menggunakan DAK. DAK tidak serta merta bikin baru rehab ruang kelas pengadaan. Toilet wc dan ruang guru jadi pada 2021 ini kita 3,6 M APBD cuma 1,4 M dibangun dua sekolah Sungai Lulut 2 dan SDN Alalak 1 itu sudah memakan 1,4 M 4 ruang kelas baru,” kata Nuryadi Kabid Pembinaan SD Disdik kota Banjarmasin

Lihat Juga :  Realisasi Anggaran Pembangunan 2020 Masih Terdampak Pandemi Covid-19

Terbatas Anggaran, SDN Inklusi Benua Anyar 4 Belum Bisa Bangun Ruang Kelas dan Guru

Sementara, salah satu SDN yang sudah mengusulkan pembangunan kelas dan juga ruang guru ke dinas pendidikan kota Banjarmasin, yakni SDN inklusi Benua Anyar harus bersabar karena belum bisa membangun kembali sebagian  ruang kelas mereka, pasalnya anggaran di dinas pendidikan kota Banjarmasin terbatas hanya untuk dua sekolah.

Kondisi Ruang Sekolah

Kondisi Ruang Sekolah

“Sudah mengusulkan ke Disdik untuk dimusnahkan, harapan kami dijadikan ruang kelas, ruang guru kalau bisa tambahan ruang kelas atau penunjang  menunjang kegiatan belajar mengajar,” ucap Suneyah Kepala SDN Inklusi Benua Anyar 4.

Lihat Juga :  Realisasi Anggaran Pembangunan 2020 Masih Terdampak Pandemi Covid-19

Ruang kelas yang rencananya akan dibangun kembali ini sudah ada sejak 1970 an, rencana pembangunan kembali yang diajukan pihak sekolah karena sejak beberapa tahun bangunannya mulai rusak, bahkan beberapa bagian plafonnya mulai mengelupas.

Reporter : Zein Pahlevi

Asiah


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *