Petani di Pelaihari Keluhkan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

DUTA TV TANAH LAUT – Disaat hasil panen jagung yang menurun drastis akibat serangan hama ulat, petani di Wilayah Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, juga dihadapkan dengan kelangkaan pupuk bersubsidi.

Seperti para petani jagung di RT5 Desa Ambungan Kecamatan Pelaihari ini, kini mengeluhkan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, jika pun bisa memperoleh pupuk melalui spekulan, namun petani harus membeli dengan harga mahal, bahkan mencapai Rp140.000,- per karung.

Sebelumnya harga pupuk bersubsidi jenis Urea dan Ponska jika melalui kelompok tani, berkisar Rp105.000 – 125.000,- namun akibat langka sehingga petani harus membeli pupuk melalui spekulan dan bisa mencapai Rp140.000,- perkarung.

Mahalnya harga pupuk mengakibatkan biaya operasional untuk menanam jagung, menjadi membengkak.

“Operasional tanam sampai panen Rp9.000.000,- semua dikerjakan anak buah, untuk pupuk sehektar 4 karung ponska dan 4 urea, kalau dikelompok tani Rp105.000,- untuk urea 125.000,- untuk ponska, tapi di lapangan bisa Rp135.000-140.000,- an karena langka terlambat dating,”ucap Yani Petani

Dalam 1 hektar penggarapan lahan dan perawatan tanaman jagung, bisa memakan biaya hingga Rp9.000.000,- dan memerlukan puluhan karung pupuk kandang, serta delapan karung pupuk urea dan ponska.

Reporter : Suhardadi

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Comment

  1. Saat ini daerah kec.kurau & kec.bumi makmur dst sangat sulit mencari pupuk subsidi ! Pupuk non subsidi sekitar Rp_200.000/sak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *