Setelah Buka Bengkel Mobil Dinas, Bangun Banua Didorong Kelola Pengadaan Komputer Sekolah

Banjarmasin, Duta TV — Banyaknya komputer di sekolah yang rusak menjadi perhatian Komisi II DPRD Kalimantan Selatan saat rapat bersama PT Bangun Banua. Dewan menilai kondisi tersebut berdampak pada proses pembelajaran, terutama di SMA dan SMK yang membutuhkan dukungan perangkat teknologi.

Komisi II mengusulkan agar PT Bangun Banua diberi peran dalam pengadaan sekaligus pemeliharaan perangkat elektronik di sekolah-sekolah, sehingga kebutuhan teknologi pendidikan dapat dikelola secara lebih terintegrasi. Hal itu sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi BUMD ini.

“Menurut kacamata kami, di tiap-tiap sekolah itu banyak komputer yang sudah rusak atau sudah kedaluwarsa. Nah, sehingga pada saat kita melakukan kunjungan kerja, banyak sarana-sarana media elektronik yang tidak bisa dipakai. Nah, ini kami sarankan agar itu diambil alih oleh Bangun Banua. Diadakan pengadaan elektronik itu di setiap sekolah di Kalimantan Selatan ini, khususnya sekolah SMA, SMK, yang pemeliharaan dan pembeliannya itu dikelola oleh Bangun Banua,” ujar H. Suripno Sumas, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel.

Sementara itu, PT Bangun Banua menyatakan usulan tersebut akan menjadi bahan kajian. Pasalnya, saat ini perusahaan masih berfokus membenahi aset-aset yang dimiliki agar mampu memberikan nilai ekonomi.

Salah satu prioritasnya adalah pengembangan Hotel Batung Batulis di Banjarbaru. Perusahaan berencana menambah fasilitas olahraga padel dan area pendukung lainnya tanpa mengubah fungsi utama hotel, karena dinilai lebih efektif untuk meningkatkan pendapatan dibanding melakukan rehabilitasi besar yang membutuhkan biaya tinggi.

“Dalam perencanaan di 2027 kami sudah menskalakan bisnis di hotel ini tanpa mengubah konsep hotelnya, tapi menambah bagaimana pemanfaatan aset itu bisa menambah nilai. Dalam hal ini seperti membangun sarana olahraga seperti padel, kafe, dan lain-lain. Kami alokasikan sekitar Rp3 miliar. Itu tidak untuk maksimal rehabilitasi hotel, tetapi untuk penambahan agar kondisi aset yang ada, hotel tersebut, lapangan, dan lainnya dimanfaatkan serta dimaksimalkan dengan penambahan-penambahan yang nantinya bisa menjadi penambahan nilai sehingga tidak menganggur. Karena perhitungan kita, dengan tetap mengoperasikan hotel itu tentu ada beban operasional yang sangat besar. Otomatis kami harus memilih dua hal. Pertama, kami membuat suatu bisnis yang tidak membebani operasional, tetapi tetap menghasilkan,” ujar Afrizaldi, Direktur Utama PT Bangun Banua.

Sebelumnya, PT Bangun Banua juga telah mengembangkan bisnisnya meliputi agen penjualan tiket pesawat, termasuk membentuk anak perusahaan yakni Nusa Bangun Banua, di mana langkah awal adalah membuka bisnis perbengkelan khusus mobil dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi. Bertambahnya usaha dari PT Bangun Banua mencatat tren peningkatan dividen yang disetorkan ke pemerintah provinsi, di mana baru pertengahan tahun ini saja sudah mencapai Rp9,1 miliar.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *