Video Siswa Disabilitas Viral, Suster Pengasuh: Jangan Disalahgunakan untuk Open Donasi

Kupang, DUTA TV – Video yang memperlihatkan seorang siswa sekolah dasar (SD) penyandang disabilitas digendong temannya saat pulang sekolah di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggjara Timur (NTT), viral di media sosial dan menuai simpati publik.
Menanggapi video tersebut, pengasuh Sipri, Suster Yanti Huki, ALMA, memberikan penjelasan agar informasi yang beredar tidak disalahartikan, terutama terkait narasi yang menyebut Sipri setiap hari harus digendong karena tidak mendapat perhatian.
Suster Yanti membenarkan bahwa Sipri merupakan anak asuh para Suster ALMA dan telah tinggal di Susteran ALMA selama sekitar tujuh tahun.
“Betul, Sipri diasuh oleh kami para Suster ALMA. Sipri tinggal di susteran dan sudah sekitar tujuh tahun bersama kami,” kata Suster Yanti, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, jarak antara Susteran ALMA dan SDK Marada Mbalar hanya sekitar 200 meter.
Dalam kesehariannya, Sipri umumnya diantar dan dijemput menggunakan sepeda motor oleh para suster.
Namun, ketika para suster sedang menjalankan tugas di luar, teman-teman sekolahnya dengan sukarela membantu menggendong Sipri menuju atau pulang dari sekolah.
“Biasanya saya yang menjemput Sipri menggunakan sepeda motor. Tetapi kalau saya sedang tidak berada di tempat karena tugas lain, teman-temannya yang membantu menggendongnya,” ujarnya.
Menurut Suster Yanti, tidak hanya Dion yang selama ini membantu Sipri.
Setidaknya ada tiga teman sekelas yang secara bergantian membantu menggendongnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa narasi yang menyertai video viral tersebut kurang tepat apabila menggambarkan Sipri setiap hari harus digendong.
“Tidak setiap hari Sipri digendong. Jadi, caption dalam video yang viral itu kurang tepat,” katanya.
Suster Yanti mengakui para suster sempat terkejut saat mengetahui video tersebut menjadi viral.
Walau begitu, ia menilai momen yang terekam justru menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan yang patut diapresiasi.
Ia berharap video tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, terutama dengan membuka penggalangan dana yang seolah-olah menggambarkan Sipri sebagai anak yang tidak mendapat perhatian.
“Kami berharap video itu tidak disalahgunakan, terlebih untuk membuka donasi. Jangan sampai muncul kesan Sipri tidak diperhatikan,” kata Suster Yanti.
Ia juga meluruskan bahwa Sipri bukan anak yatim. Sipri masih memiliki keluarga, tetapi diasuh oleh para Suster ALMA karena mengalami keterbatasan fisik yang membutuhkan pendampingan.
Selain itu, Sipri sebenarnya telah memiliki kursi roda.
Namun, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena kondisi jalan menuju sekolah yang masih rusak dan belum memungkinkan untuk dilalui kursi roda.(kom)





