KPID Kalsel Bedah Peluang dan Batasan AI di Dunia Penyiaran

Banjarmasin, Duta TV — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membedah Peluang dan Batasan Artificial Intelligence di Ruang Redaksi dan Studio untuk Program Siaran Berkualitas” di Gedung RRI Banjarmasin, Senin.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua KPID Kalimantan Selatan, Muhammad Leoni Hermawan, dan diikuti pimpinan serta perwakilan lembaga penyiaran televisi dan radio se-Kalimantan Selatan.
FGD menghadirkan Wakil Ketua KPI Pusat, Mohamad Reza, sebagai narasumber utama. Selain itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, yang diwakili Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi Publik dan Hubungan Media, Erlinda Puspita Ningrum, turut memberikan pandangan terkait perkembangan teknologi AI dalam dunia komunikasi dan informasi.
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai peluang pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung proses produksi siaran, mulai dari pengolahan data, penyusunan naskah, hingga efisiensi kerja di ruang redaksi dan studio.
Namun demikian, penggunaan AI juga dinilai perlu memperhatikan aspek etika, akurasi informasi, perlindungan hak cipta, serta kepatuhan terhadap regulasi penyiaran yang berlaku agar kualitas dan kredibilitas siaran tetap terjaga.
Melalui forum ini, KPID Kalimantan Selatan berharap lembaga penyiaran dapat memahami perkembangan teknologi secara komprehensif, sekaligus mampu memanfaatkan AI secara bijak guna menghasilkan program siaran yang informatif, edukatif, dan berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan FGD ini menjadi bagian dari upaya KPID Kalimantan Selatan dalam mendorong adaptasi teknologi di industri penyiaran, sekaligus memastikan transformasi digital berlangsung tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik dan ketentuan penyiaran yang berlaku.
Reporter: Mawardi





