Lumbung Pangan Batola Terkendala Akses, Warga Sampaikan Aspirasi ke Haji Jahrian

Barito Kuala, Duta TV — Sekretaris Komisi Dua DPRD Kalimantan Selatan, Haji Jahrian, melaksanakan reses di Desa Anjir Serapat Baru Satu dan Desa Anjir Serapat Baru. Dalam reses ini, mayoritas warga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur desa yang dinilai masih tertinggal.
Selain jalan desa dan jalan usaha tani yang menjadi akses utama pengangkutan hasil panen, warga juga mengeluhkan belum tersedianya layanan air bersih PDAM serta kualitas jaringan listrik yang kerap tidak stabil.
Menurut Haji Jahrian, perbaikan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak karena kawasan ini merupakan salah satu sentra pertanian dengan hamparan sawah mencapai sekitar 150 hektar.
Namun, keterbatasan akses jalan membuat distribusi hasil pertanian menjadi terhambat. Selain infrastruktur, kebutuhan alat dan mesin pertanian juga menjadi perhatian. Tercatat ada sebelas kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan alat pertanian seperti combine harvester dan peralatan pendukung lainnya.
“Oleh karena itu saya meminta dengan beliau, Kepala Desa, untuk mengusulkan alsintan tersebut atas kelompok tani, 11 kelompok tani tadi. Nah saya berharap sebagai anggota dewan mudah-mudahan saya bisa mendukung dan membantu, karena ini adalah bidang pertanian, bidangnya saya,” jelas H. Jahrian.
Sementara itu, Kepala Desa Anjir Serapat Baru Satu, Rumawi, berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui dukungan DPRD Kalimantan Selatan.
”Mengucapkan ribuan terima kasih kepada Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Pak Haji Jahrian dari Partai Nasdem. Mudah-mudahan kami berharap permintaan kami dari Desa Anjir Serapat Baru Satu dan Anjir Serapat Baru ini bisa terlaksana dengan cepat,” ungkapnya.
Pascaresesnya, Haji Jahrian berjanji akan mengawal usulannya masyarakat, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait, agar kebutuhan dasar warga khususnya infrastruktur penunjang pertanian dan pelayanan publik dapat segera direalisasikan.
Sementara warga berharap berbagai persoalan yang selama ini menghambat aktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa dapat menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Barito Kuala.
Reporter: Tim Liputan





