Ribuan IRT Diduga Tertipu Tabungan Daging Murah, Pelaku Menghilang Tanpa Kabar

Jember, DUTA TVRibuan ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Jember, Jawa Timur diduga menjadi korban penipuan berkedok program tabungan daging murah yang sebelumnya dijanjikan bisa ditebus menjelang Lebaran.

Program tabungan tersebut menawarkan paket daging sapi dan ayam dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

Tawaran itu membuat banyak warga tertarik dan mulai menabung sejak pertengahan 2025.

Namun menjelang waktu pembagian, pelaksana program tabungan berinisial RL (40), warga Kecamatan Bangsalsari, justru menghilang tanpa kabar.

Ketika para peserta mendatangi rumah pelaku untuk menagih janji pembagian daging, rumah tersebut sudah dalam keadaan kosong.

Rumah Pelaku Kosong Saat Didatangi Korban

Salah satu korban, Fitri, mengaku sangat kecewa setelah mengetahui bahwa orang yang selama ini mengelola tabungan tersebut tidak lagi berada di rumahnya.

Menurutnya, para korban datang bersama-sama untuk meminta kejelasan terkait pembagian daging yang dijanjikan menjelang Lebaran.

“Kami datang ke rumahnya mau menagih janji pembagian daging, tetapi rumahnya sudah kosong. Orangnya dan keluarganya sudah tidak ada,” ujarnya.

“Kami sudah menabung sejak tahun lalu. Harapannya Lebaran ini bisa masak daging murah, ternyata malah kena tipu,” katanya dengan nada kecewa.

Dalam program tersebut, pelaku menawarkan berbagai paket tabungan daging dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

Beberapa paket yang ditawarkan antara lain:

  • Paket daging sapi 4 kilogram seharga Rp380.000
  • Paket ayam 6 kilogram seharga Rp150.000

 

Berdasarkan pendataan sementara dari para korban, jumlah warga yang ikut dalam program tabungan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang.

Para korban tersebar di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Bangsalsari dan beberapa daerah sekitarnya.

Total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Bangsalsari  Sugiyono  membenarkan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan penipuan tersebut.(rb)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *