Jembatan Barito II Diproyeksikan Jadi Gerbang Logistik Baru Kalsel–Kalteng

Barito Kuala, Duta TV — Rencana pembangunan Jembatan Barito II terus menguat. Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya mengawal percepatan proyek strategis nasional tersebut guna memperlancar arus logistik dan konektivitas antara Kalsel dan Kalteng.

Komitmen itu ditunjukkan melalui peninjauan langsung titik rencana pembangunan di Kabupaten Barito Kuala.

Wakil Ketua DPRD Kalsel Kartoyo mengatakan jembatan kedua ini diproyeksikan menjadi gerbang logistik baru bagi Kalsel. Pasalnya, intensitas distribusi barang dari Kalteng ke Kalsel maupun sebaliknya terus meningkat setiap tahun. Rencananya, jembatan akan dibangun sekitar tiga kilometer dari Jembatan Barito yang ada saat ini.

Selain mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama, pembangunan ini juga diharapkan membuka kawasan ekonomi baru di sepanjang lintasan alternatif. Pertumbuhan UMKM dan pusat aktivitas masyarakat diproyeksikan berkembang seiring hadirnya akses baru tersebut.

Kartoyo menjelaskan, “Meninjau lokasi rencana lokasi Jembatan Dua Barito maksud dan tujuannya pemda ini membuat satu jembatan lagi yaitu sebagai atau mewujudkan sebagai gerbang logistik untuk Kalsel karena hari ini intensitas dari Kalteng ke Kalsel dan begitu juga logistik sebaliknya dari Kalsel ke Kalteng sangat padat maka kita harus sudah punya alternatif jembatan yang kedua yaitu direncanakan pemda kemarin mengajukan 3 km dari existing Jembatan Barito arah ke Batola itu 3 km dan ujungnya naik sekitar 6-7 km itu masuk ke jalan yang arah ke Marabahan itu dari simpang 4 kira-kira 4,5 km jadi kita membuka lokasi baru untuk itu diharapkan perekonomian ke depan dari jalan yang dilintasi yang baru itu akan ada ekonomi baru untuk masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Robby Cahyadi, mengatakan proyek duplikasi Jembatan Barito ini merupakan gagasan Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah Provinsi Kalsel berperan dalam penyusunan serta peninjauan detail engineering design, dan saat ini titik pembangunan masih dalam tahap kajian mendalam dengan sejumlah opsi lokasi yang tengah dipertimbangkan.

Robby Cahyadi berharap, “Mudah-mudahan kegiatan hari ini menjadi sinergi antara legislatif dan eksekutif untuk mendukung pembangunan di Kalsel sehingga jalan alternatif yang satu-satunya menuju Kalteng ini menjadi ada alternatif lain sehingga kalau memang terjadi apa-apa kita ada jalan alternatif lain untuk tidak mengganggu dari akses dari Kalsel ke Kalteng maupun sebaliknya mudah-mudahan bisa didukung baik daerah kabupaten provinsi maupun pusat,” harapnya.

Jembatan Barito yang kini beroperasi sudah berusia sekitar 30 tahun dan memerlukan perawatan lebih intensif. Kehadiran jembatan kedua dinilai penting sebagai jalur alternatif apabila terjadi gangguan.

Reporter: Tim Liputan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *