Promosi Belum Maksimal, Wisata Air Santri Minim Pengunjung

BANJAR, DUTA TV – Air Santri, salah satu objek wisata yang berada di Desa Murung Kenanga, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Berada di tepi Sungai Martapura, daerah padat permukiman penduduk, ternyata tak banyak warga Martapura yang tahu akan keberadaan wisata ini. Bahkan saat ini, wisata ini masih minim pengunjung. Padahal, pembenahan demi pembenahan terus dilakukan pihak desa setempat, termasuk menyediakan fasilitas berjualan untuk UMKM.
Hal ini membuat Himpunan Mahasiswa Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat turun langsung untuk membantu desa setempat mempromosikan wisata melalui program penguatan kapasitas ormawa. Mereka ingin agar wisata ini bisa menjadi destinasi yang ramai pengunjung, layaknya Siring Menara Pandang dan Nol Kilometer.
“Wisata ini merupakan singkatan dari Aman, Indah, Ramah, Santun, dan Tertata Rapi. Masyarakat luar banyak yang kurang tahu tentang Air Santri. Setelah ini, kami akan promosikan Air Santri supaya dikenal lagi di Masyarakat,” ungkap Anggota Tim PPK HIMA Psikologi FK ULM, Nurhalisa Auliasari.
Sementara tak jauh dari wisata Air Santri, juga terdapat wisata religi Kubah Wali Lima. Berbeda dengan wisata Air Santri, Kubah Wali Lima justru banyak didatangi peziarah dari kabupaten dan kota tetangga. Namun, keberadaan wisata religi ini juga masih belum terinformasikan maksimal melalui media sosial.
“Upaya kami mempromosikan di media sosial dan juga memberdayakan masyarakat atau warga desa dengan pelatihan atau workshop. Kita bisa lihat sendiri, disini cukup ramai pengunjung untuk berziarah dan sangat antusias,” kata Siti Khusnul Azizah Anggota Tim PPK HIMA Psikologi ULM.
Akses jalan yang sempit serta minimnya fasilitas parkir juga membuat objek wisata ini kerap terkendala untuk menerima lebih banyak peziarah dari dalam maupun luar daerah. Padahal, Kubah Wali Lima ini merupakan salah satu objek wisata yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan desa dan perekonomian warga setempat.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti





